Sebab, lanjut dia, kontraktor pelaksana proyek pindah-bongkar makam dimudahkan dengan kondisi tekstur fisik tanah yang tidak terlalu keras. ‘’Pelaksana mampu membongkar dan memindah lebih dari 20 makam sehari. Ini tergolong cepat karena kondisi tanah yang mudah digali,’’ ujarnya.
Menurut Agung, progres positif pemindahan makam tersebut bakal membuat pengerjaan lebih cepat dari target. Apalagi dikejar cuti bersama Idul Fitri pada 19 April. Sehingga, ratusan makam harus sudah dipindahkan sebelum tanggal tersebut. ‘’Semua sudah kami antisipasi dalam perencanaan. Insya Allah tidak ada kendala,’’ harapnya.
Sesuai data, ada sekitar 200 lebih makam yang akan dibongkpindahkan ke lahan yang telah disediakan pemkot. Pun, anggaran Rp 350 juta telah disiapkan. Proyek ini untuk mengupayakan rencana pembangunan rumah susun (rusun) tambahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Agung menyebutkan, lahan yang disiapkan berlokasi di sebelah utara dan selatan rusun III yang sedang dalam proses pembangunan. Luas total sekitar 15.000 meter persegi. Perinciannya, sekitar 4.000-an meter di utara dan sisanya di selatan. ‘’Sesuai rencana awal, pemindahan kami dahulukan sisi utara. Kemudian, dilanjutkan selatan hingga tuntas,’’ bebernya.
Selain pemindahan, pemkot berencana menguruk lahan tersebut. Setelah pemindahan makam tuntas. Artinya, tahun ini juga. Pun, paket jasa konstruksi tersebut dijatah anggaran sekitar Rp 450 juta. ‘’Pemindahan makam kami target sebelum Lebaran rampung. Setelah itu kami lelang pengurukan agar pelaksanaannya dapat paralel,’’ bebernya.
Meski prioritas pemindahan di utara, namun untuk pengurukan bakal didahulukan di selatan. Sebab, di sebelah utara masih ada rumah warga. ‘’Penyediaan lahan ini menjadi salah satu keseriusan pemkot yang menginginkan rusun tambahan dari Kemen PUPR,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto