Normalnya, lanjut dia, kapasitas jemaah salat Id mencapai sekitar 15 ribu. Menurut dia, segala sesuatunya sudah disiapkan sebelum Ramadan lalu. Kali ini tempat pelaksanaannya diperluas mulai dari bangunan induk, depan masjid hingga halaman depan Presiden Plaza atau Jalan Aloon-aloon Timur. ‘’Batas saf di area masjid sudah kami beri tanda. Untuk luar masjid akan kami pasang lakban,’’ ujarnya.
Hanya, untuk jadwal pelaksanaan salat Id belum ditentukan alias menunggu sidang isbat. Jika 1 Syawal berbarengan sesuai kalender, yakni Sabtu (22/4) diperkirakan jemaah akan penuh 15 ribu orang. Itu berkaca dari tahun-tahun sebelumnya. ‘’Kami perkirakan jumlah jemaah meningkat. Namun tidak sebanyak sebelum masa pandemi. Sebab, jemaah Masjid Agung mulai berkurang,’’ sebutnya.
Bahkan, berkurangnya mencapi 70 persen. Atau hanya 30 persen yang masih aktif melaksanakan ibadah di Masjid Agung. Itu lantaran semakin banyak masjid baru dibagun di lingkungan masyarakat. ‘’Masyarakat bebas memilih mana yang terdekat dan mana yang nyaman untuk beribadah. Tempat ibadah pun bisa menjadi pilihan peringatan hari-hari besar Islam,’’ terangnya.
Sesuai jadwal, pelaksanaan salat Id berlangsung 30 menit. Yakni mulai pukul 06.30 hingga 07.00. Jemaah di dalam masjid akan diberi tas plastik (kresek) untuk tempat alas kaki untuk di bawa ke dalam. ‘’Agar Masjid tetap suci dan sandal atau sepatu jemaah bisa aman,’’ tuturnya.
Kebersihan dan perlengkapan salat Id pun telah disiapkan jauh-jauh hari. Sedangkan pengamanan melibatkan petugas gabungan dari dishub, TNI, Polri, pramuka, dan relawan lintas agama. Sementara pada pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kota Madiun dilarang berjualan sementara waktu hingga usai salat Id. ‘’Kami mengimbau jemaah menjaga kebersihan di wilayah masjid, alun-alun, hingga halaman Presiden Plaza,’’ pungkasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto