Menurut dia, di titik tersebut rawan dan sering terjadi laka lantas dengan angka ekivalensi kecelakaan (AEK) lebih dari 30 kejadian sepanjang dua tahun terakhir. Pun, memiliki tingkat fatalitas dan kematian cukup tinggi.
Itu seiring hasil supervisi pemetaan titik accident black spot Ditlantas Polda Jawa Timur yang sudah turun gunung beberapa waktu lalu. ‘’Karena menjadi titik rawan, patroli lalu lintas akan kami maksimalkan,’’ katanya.
Selain itu, lanjut Vista, pihaknya memetakan trouble spot di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Pun, telah menyusun strategi antisipasi kemacetan arus lalu lintas (lalin) di ruas jalan rawan crowded. Salah satunya saat terjadi kepadatan arus lalin di simpang empat Te’an. ‘’Arus lalin dari arah Ponorogo ke Surabaya bakal padat. Potensi crowded di Jalan Soekarno-Hatta hingga Mayjend Sungkono,’’ sebutnya.
Jika dua jalan protokol tersebut crowded, kendaraan dari arah Ponorogo ke Surabaya akan dipecah ke Jalan DI Panjaitan atau Kapten Tendean hingga tembus Buk Malang. Pemudik dapat melanjutkan perjalanan via jalur alternatif masuk wilayah Kelun, Kartoharjo tembus Nglames atau Wonoasri, Kabupaten Madiun. ‘’Rekayasa masih sama seperti arus mudik. Akan ada petugas yang mengatur arus lalu lintas di pos simpang empat Te’an,’’ ungkapnya.
Dia mengimbau pemudik mematuhi peraturan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltib-carlantas). Pun, memastikan kondisi fisik prima sebelum melakukan perjalanan. Termasuk memeriksa kondisi kendaraan,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto