Potensi arus balik gelombang kedua itu mengacu prakiraan atau prediksi data historis tahun-tahun sebelumnya. Pun, semakin kuat lantaran cuti Lebaran lebih panjang. Sehingga, potensi lonjakan volume kendaraan tidak mustahil terjadi. ‘’Meski tidak sebanyak saat puncak arus balik, tapi patut diantisipasi. Terutama dari arah Pacitan-Ponorogo dan Ngawi-Magetan yang hendak masuk gerbang tol Dumpil,’’ ujarnya.
Arus lalin dari arah Pacitan-Ponorogo, misalnya. Penumpukan kendaraan acap terjadi di simpang empat Te’an. Jika terjadi antrean panjang, kendaraan ke arah Surabaya akan dipecah. Yakni, ke Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Kapten Tendean. Jika normal, tetap lewat Jalan DI Panjaitan. ‘’Rekayasa kami lakukan kalau arus lalin benar-benar padat. Tapi, sejauh ini arus lalin cukup mancarli (aman, lancar, dan terkendali),’’ imbuhnya.
Vista menyebutkan, simpang empat pintu keluar Kota Madiun yang lain juga menjadi atensi. Selama puncak arus balik, acap terjadi penumpukan kendaraan di Jalan Yos Sudarso atau arah kota menuju pintu tol Dumpil. Kendaraan dari arah tersebut akan dialihkan menuju ring road dan putar balik di U-turn terdekat. ‘’Kami putar dulu agar tidak menumpuk di lampu merah Jalan Yos Sudarso. Selanjutnya kendaraan dapat melaju ke pintu tol Dumpil,’’ sebutnya.
Dia menambahkan, petugas masih siaga selama momen arus balik gelombang kedua. Pun, akan membantu mengatur arus lalin. Sebab, Operasi Ketupat Semeru (OKS) 2023 berlangsung hingga 1 Mei mendatang. ‘’Kami mengimbau pemudik untuk senantiasa menjaga kondisi dan memastikan fisik siap untuk melakukan perjalanan jauh. Termasuk memeriksa kendaraan,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto