Nilai tersebut merupakan akumulasi dari 70 unit kerja di lingkup pemkot. ‘’Kinerja ASN Pemkot Madiun sejauh ini sudah cukup bagus. Pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal jam kerja,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi dalam forum konsultasi publik bersama perwakilan Kemenpan RB di gedung Government Chief Information Officer (GCIO) Jumat (5/5) kemarin.
Menurut Maidi, ASN wajib memberikan kinerja dan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Pun, dia berjanji memberikan reward bagi abdi negara yang berprestasi. ‘’Prinsipnya, saya dan para ASN ini bertanggung jawab melayani, bukan dilayani,’’ tuturnya.
Maidi mengatakan, pemkot bakal fokus mengentaskan angka kemiskinan di Kota Pendekar. Selain itu, menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, para ASN dituntut mampu menunjukkan kinerja prima. Pun, dia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) setempat melakukan pengawasan ekstra terhadap para abdi negara.
‘’Yang sudah baik ini harus lebih baik ke depannya. Kualitas ASN terus ditingkatkan. ASN bukan sekadar (absensi) finger print, tapi harus benar-benar bekerja,’’ tegasnya. ‘’Insya Allah dengan kinerja prima, kemajuan Kota Madiun tidak akan sulit,’’ imbuhnya.
Dia mewanti-wanti ASN disiplin. Di sisi lain, pihaknya tak segan memberikan sanksi bagi ASN yang indisipliner dalam menjalankan tugas. Salah satunya, menghapus jatah reward. ‘’Jelas ada sanksi (bagi ASN yang melanggar aturan). Kalau ASN bekerja hanya mengandalkan jam atau absensi, ya dapat gaji pokok saja,’’ pungkasnya. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto