‘’Naiknya sejak dua pekan lalu,’’ kata Endah Kriswanti, salah seorang pedagang di Pasar Besar Madiun, Minggu (14/5).
Menurut Endah, kenaikan harga telur ayam pasca Lebaran merupakan hal biasa. Namun, kata dia, besaran kenaikan kali ini terbilang tinggi. ‘’Saat Ramadan lalu paling mahal hanya Rp 27.000,’’ ungkapnya. ‘’Naiknya bertahap, sehari Rp 1.000-Rp 2.000,’’ imbuhnya.
Meski harga telur ayam terus merangkak naik, Endah mengaku omzet penjualan di kiosnya masih stabil. ‘’Selama harga antarpedagang masih sama, penjualan tidak berubah. Sehari rata-rata terjual 30 kilogram,’’ sebutnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi menuturkan, harga telur ayam dalam kondisi normal tidak lebih dari Rp 27 ribu per kilogram. Sementara, lonjakan harga kali ini dipicu melambungnya harga pakan ternak di pasaran.
Selain itu, lanjut dia, cuaca yang panas mengakibatkan produksi telur ayam menyusut. ‘’Kita tetap berusaha melakukan pengedalian harga serta memantau stok di daerah sentra produksi,’’ ujarnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto