Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Madiun Kota Ipda Widada mengatakan, rencana pemberlakuan sementara one way itu telah dikoordinasikan dengan dinas perhubungan (dishub) serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) kemarin (16/5). ‘’Arus lalin di Jalan Mayjen Sungkono dibuka satu arah dari utara ke selatan,’’ katanya.
Rekayasa lalin itu diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan ketika proyek revitalisasi pedestrian tersebut dikerjakan. Sehingga, pengendara dari arah selatan akan diarahkan lewat Jalan Hayam Wuruk. ‘’Kalau tidak dilakukan rekayasa satu arah pasti akan crowded. Karena ada mobilitas alat berat. Sehingga sebagian ruas jalan terpaksa kami tutup,’’ terang Widada.
Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air DPUPR Kota Madiun Suyanto mengatakan, revitalisasi pedestrian di Jalan Mayjen Sungkono tahun ini menyasar sisi barat dengan panjang 600 meter. Sehingga perlu dilakukan pengalihan arus lalin untuk mempercepat proses pembangunan. ‘’Sesuai rencana (rekayasa one way) mulai 22 Mei. Ini dilakukan berbarengan dengan mobilisasi alat berat dari pihak rekanan,’’ katanya.
Dia menjelaskan revitalisasi pedestrian dimulai dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Budug sampai perempatan Manguharjo dengan menelan anggaran Rp 2,3 miliar. Pekerjaan diawali dengan pembongkaran trotoar lama yang kemudian dipasang reinforced concrete box (RCB). Setelah itu baru kemudian dibangun pedestrian seperti halnya sisi timur jalan. ‘’Nanti dikonsep semiparkir,’’ ujar Suyanto. (ggi/her) Editor : Hengky Ristanto