Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Terdampak Proyek Pedestrian, Jalan Mayjen Sungkono Jadi One Way Mulai 22 Mei

Hengky Ristanto • Rabu, 17 Mei 2023 | 16:00 WIB
CROWDED: Arus lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono bakal diberlakukan satu arah atau one way mulai 22 Mei hingga 24 September. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
CROWDED: Arus lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono bakal diberlakukan satu arah atau one way mulai 22 Mei hingga 24 September. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Arus lalu lintas (lalin) di Jalan Mayjen Sungkono akan dijadikan satu arah atau one way. Kebijakan itu merupakan imbas dari proyek revitalisasi pedestrian di depan RSI Siti Aisyah Madiun. Sesuai skenario awal, polisi akan memberlakukan sistem jalan satu arah di ruas jalan nasional tersebut mulai 22 Mei hingga 24 September.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Madiun Kota Ipda Widada mengatakan, rencana pemberlakuan sementara one way itu telah dikoordinasikan dengan dinas perhubungan (dishub) serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) kemarin (16/5). ‘’Arus lalin di Jalan Mayjen Sungkono dibuka satu arah dari utara ke selatan,’’ katanya.

Rekayasa lalin itu diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan ketika proyek revitalisasi pedestrian tersebut dikerjakan. Sehingga, pengendara dari arah selatan akan diarahkan lewat Jalan Hayam Wuruk. ‘’Kalau tidak dilakukan rekayasa satu arah pasti akan crowded. Karena ada mobilitas alat berat. Sehingga sebagian ruas jalan terpaksa kami tutup,’’ terang Widada.

Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air DPUPR Kota Madiun Suyanto mengatakan, revitalisasi pedestrian di Jalan Mayjen Sungkono tahun ini menyasar sisi barat dengan panjang 600 meter. Sehingga perlu dilakukan pengalihan arus lalin untuk mempercepat proses pembangunan. ‘’Sesuai rencana (rekayasa one way) mulai 22 Mei. Ini dilakukan berbarengan dengan mobilisasi alat berat dari pihak rekanan,’’ katanya.

Dia menjelaskan revitalisasi pedestrian dimulai dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Budug sampai perempatan Manguharjo dengan menelan anggaran Rp 2,3 miliar. Pekerjaan diawali dengan pembongkaran trotoar lama yang kemudian dipasang reinforced concrete box (RCB). Setelah itu baru kemudian dibangun pedestrian seperti halnya sisi timur jalan. ‘’Nanti dikonsep semiparkir,’’ ujar Suyanto. (ggi/her) Editor : Hengky Ristanto
#pedestrian kota pendekar #perubahan jalur kota madiun #revitalisasi pedestrian kota madiun #jalan mayjen sungkono #proyek pedestrian kota madiun