Banyaknya warga yang mengantre membuat petugas kewalahan. Warga berdesakan dan saling serobot. Beberapa kali petugas keamanan harus berteriak untuk menertibkannya. Kurang dari dua jam, uang emisi baru yang disediakan langsung ludes.
‘’Untuk bisa mendapatkan kuota penukaran uang ini saya mendaftar dulu di website pintar.bi.go.id sehari sebelumnya (12/6),’’ ujar Isna.
Perempuan parobaya itu datang dengan membawa uang Rp 11,4 juta. Dia ingin menukar uangnya menjadi pecahan Rp 20 ribu, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000. Isna menyatakan, pecahan duit emisi baru itu bakal dipergunakan untuk usaha buket uang. ‘’Soalnya, akhir-akhir ini pesanannya banyak,’’ kata warga Kota Madiun itu.
Isna mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan mobil kas keliling milik BI tersebut. Karena tidak mudah mendapatkan pecahan uang emisi baru saat ini.
Selain mesti mendaftar di website resmi BI dan mencetak bukti pemesanannya, juga harus menunjukkan KTP. ‘’Ini kedua kalinya saya melakukan penukaran uang lewat mobil kas keliling BI. Sebelumnya, saya sempat melakukan penukaran uang di depan Alun-Alun Kota Madiun,’’ terangnya. (mg4/her)
Editor : Hengky Ristanto