Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

27 Duta Literasi Kenalkan Permainan Tradisional

Hengky Ristanto • Sabtu, 17 Juni 2023 | 04:30 WIB
EDUKASI: Duta Literasi Kota Madiun bermain permainan tradisional bola bekel di halaman Masjid Kuno Kuncen kemarin (15/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
EDUKASI: Duta Literasi Kota Madiun bermain permainan tradisional bola bekel di halaman Masjid Kuno Kuncen kemarin (15/6). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Jejak peninggalan bersejarah berdirinya Kota Madiun ditelusuri 27 duta literasi kemarin (15/6). Mulai dari Gedung Bakorwil I Madiun yang dulunya bernama Residentiehuis atau kantor residen. Lalu, SMPN 1 Madiun yang dulu merupakan MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs). Kemudian kompleks Bangunan Santo Bernadus, Makam Kuncen dan Makam Kuno Taman.

Dalam kesempatan tersebut, para duta literasi yang masih berstatus pelajar SMP itu diberikan penjelasan mengenai bagaimana awal Kota Madiun terbentuk berikut bangunan dan para pemimpin terdahulu.

‘’Setelah ini, mereka diharuskan menulis apa saja yang didapatkan dari lawatan sejarah itu,’’ kata Kabid Perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun Satriyo Priyo Handoko.

Dalam proses penulisannya, kata dia, mereka akan dibimbing oleh seorang penulis. Sehingga, karya yang dihasilkan terkesan otentik. ‘’Hasil karya mereka kemudian akan dibubukan menjadi arsip di dinas perpustakaan dan kearsipan,’’ ungkap mantan kepala Bapenda tersebut.

Adjar Putro Dewantoro yang menjadi pendamping lawatan sejarah itu menambahkan, kegiatan tersebut sebagai bentuk pengenalan cagar budaya kepada para duta literasi. Pun, mereka juga diajak memainkan permainan tradisional. Seperti macan-macanan, boyo-boyoan, dan bola bekel.

‘’Permainan ini sudah hampir punah. Terbukti, saat kami kenalkan ke para duta literasi banyak yang kurang paham. Ke depannya, mereka akan kami jadikan juga sebagai agen edukasi sejarah di sekolahnya masing-masing,’’ terang Adjar. (mg4/her) Editor : Hengky Ristanto
#sejarah kota madiun #penulis kota madiun #Kota Pendekar #literasi sejarah kota madiun