Ada beberapa indikator yang diverifikasi dan divalidasi. Mulai dari program pemberdayaan masyarakat dan perempuan, penanganan stunting, serta keluarga berencana. ‘’Kami speechless karena program-program wali kota cukup banyak.
Bukan hanya kuantitas, tapi progrmanya juga berkualitas,’’ ujar Ketua Tim Verifikasi dan Validasi Data Setmilpres Elisa Cintia Dewi usai melakukan penilaian program di kawasan Lapak Bumi Semendung.
Elisa mengatakan, terdapat sejumlah program yang menjadi fakta baru dalam penilaian di lapangan. Di antaranya, sekolah siaga kependudukan (SSGI). Program itu dinilai inovasi menarik.
‘’Kami membutuhkan data dukung yang benar-benar komperhensif. Kami akan mempromotori program-program ini agar mendapatkan Satyalencana Wira Karya,’’ ujarnya.
Wali Kota Maidi optimistis bisa meraih tanda kehormatan dari presiden itu dengan mengusung program siklus keluarga sejahtera di Kota Madiun. Program itu menunjukkan bahwa perhatian pemkot sudah diberikan kepada warganya sejak masih dalam kandungan hingga lanjut usia (lansia).
‘’Bahkan, calon pengantin nikah sudah kami perhatikan. Ketika hamil kesehatannya dijaga agar melahirkan anak yang berkualitas. Bahasa sederhananya, bayi lahir sudah memiliki jaminan hidup yang layak di Kota Madiun,’’ jelasnya.
Menurutnya, program itu perlu dilakukan untuk membantu pemkot menuju generasi emas 2045. Sehingga berbagai persiapan mesti dilakukan segera mulai saat ini.
Dengan demikian, bayi yang lahir dan kelak dewasa tidak menjadi korban perubahan. Melainkan ikut berubah dan mampu mengubah kota serta Negara ini lebih maju. ‘’Tanggapan tim penilai cukup baik. Tapi, dilihat dulu penilaian program di lapangan seperti apa. Kami persilakan agar data yang dihimpun benar-benar riil,’’ terang Maidi. (ggi/her/prog) Editor : Hengky Ristanto