------------------------------------------
BERDIRI sejak 1918 berdasarkan Staatsblaad 326, Kota Madiun bertahan dengan ciri khasnya sekarang. Yakni, mempertahankan bangunan peninggalan Hindia Belanda sebagai cagar budaya yang dipadupadankan dengan konsep penataan kota modern.
‘’Sejarah harus diingat, karena masa lalulah yang melahirkan masa sekarang ini,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi kemarin (19/6).
Bahkan, menurutnya, Kota Madiun memiliki trah sebagai daerah strategis ibu kota saat pemerintahan Hindia Belanda. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa catatan sejarah yang menyatakan berdirinya Gemeente (Kotapraja) karena potensi besar ekonomi yang dimiliki kota ini sejak 1910-an.
Di Kota Madiun, kata dia, dulu hingga sekarang menjadi tempat tinggal kaum intelektual, pegawai pemerintahan, pendidik, karyawan perusahaan, pedagang dan pengusaha.
‘’Adanya hari ini (masa kini) tak lepas dari hari kemarin (masa lalu). Kita (Kota Madiun) punya modal besar sebagai daerah perkotaan,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.
Sebagai Wali Kota Madiun, Maidi merasa memiliki tanggung jawab besar mempertahankan trah tersebut. Termasuk membangun Kota Madiun untuk masa yang akan datang.
Pun, menyiapkan generasi emas yang kelak memimpin serta membawa kota ini maju dan mendunia. ‘’Generasi emas 2045 nanti sudah kami siapkan mulai sekarang. Jangan sampai warga kota menjadi korban perubahan, justru harus ikut bagian dalam perubahan ke arah kemajuan,’’ pungkas Maidi. (ggi/her) Editor : Hengky Ristanto