KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Pemkot Madiun terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan warga lanjut usia (lansia). Hal itu dilakukan dengan mempersiapkan sejumlah strategi khusus. Seperti senam lansia setiap bulan, pemeriksaan kesehatan rutin, dan pelatihan keterampilan oleh dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos-pppa). Pun, pemkot juga membangunkan pondok lansia di Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo.
Saat ini, proses pembangunannya masih berlangsung. Tapi, ditargetkan tahun ini sudah selesai. Sehingga bisa mulai ditempati oleh lansia ngebrok tahun depan. ‘’Bantuan tidak hanya materi, dukungan moril juga penting. Karena tugas kami memang melayani, bukan dilayani,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.
Dia menambahkan, sudah sepantasnya kepala daerah turun ke masyarakat. Sehingga, persoalan yang dialami warga dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti. ‘’Lansia ngebrok tidak bisa apa-apa. Pemerintah harus hadir untuk menjamin kebutuhan mereka,’’ ujarnya. ‘’Kalau bukan pemerintah, siapa lagi?’’ imbuh Maidi.
Di samping itu, pemkot juga telah merekrut sekitar 200 pendamping sosial masyarakat. Mereka nantinya bertugas mengawasi kesehatan hingga merawat lansia ngebrok. ‘’Kalau tidak ada pendamping sosial, pemkot kesulitan menangani. Persoalan lansia ngebrok harus dibantu untuk diselesaikan. Sudah saya instruksikan kelurahan dan kecamatan untuk mengoptimalisasi penanganan lansia,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun itu.
Maidi menyebutkan ada sebanyak 147 lansia ngebrok yang perlu diperhatikan. Data tersebut sesuai dengan yang dihimpun oleh dinsos-pppa. ‘’Kelak mereka akan ditempatkan di situ (pondok lansia). Jika, di situ kan mudah pemantauannya. Dan, tentu perhatian pemkot bisa semakin maksimal,’’ katanya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani