KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wacana pembangunan dermaga di Bantaran Kali Madiun menyasar multisektor. Selain dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) yang dipasrahi pada pekerjaan fisik dermaga, ada dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) yang ditugasi untuk menata sekaligus melakukan penghijauan di lokasi wisata air tersebut.
Sebelumnya, pembersihan telah dilakukan disperkim di sekitar Bantaran Kali Madiun. Sampah yang berserakan di pinggir sungai dipunguti. Tanaman yang tumbuh liar di plengsengan kali itu juga dicabuti. Semuanya terlihat sudah bersih ketika Wali Kota Maidi meninjau lokasi pembangunan dermaga pada Selasa (27/6) lalu.
Kabid Sarana dan Prasarana Utilitas Umum, Pertamanan, PJU, dan Pemakaman Disperkim Kota Madiun Andi Anto mengatakan, pembersihan area tepi sungai sudah dilakukan sebulan terakhir. Dengan tujuan untuk menciptakan wisata air yang layak di lokasi pembangunan dermaga.
Dalam kegiatan tersebut, pihaknya berkolaborasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). ‘’Berhubung tempatnya cukup luas, jadi butuh banyak SDM. Untuk merintis wisata dermaga air tersebut kami berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya,’’ ungkapnya.
Menurutnya, luas area yang dibersihkan mencapai 200 meter. Mulai dari sisi timur hingga barat Jembatan Manguharjo. Selanjutnya, kata Andi, uji coba penanaman pohon kelapa gading dilakukan. Ada empat pohon berukuran besar dan 10 pohon kelapa gading kecil sudah ditanam di sisi barat.
Sebanyak empat petugas ditugasi untuk merawat pohon tersebut. Hanya saja, pekerjaan ini bersifat sementara. ‘’Sementara ini disperkim yang mengelola perawatan pohon. Tapi, untuk keberlanjutan ke depannya seperti apa belum ditentukan pembagian tugasnya,’’ terang Andi.
Dengan dibangunnya dermaga yang juga dilengkapi wahana air seperti speed boat, diharapkan Andi, bisa meningkatkan kunjungan masyarakat di Taman Bantaran Kali Madiun. ‘’Kalau bersih dan rapi kan enak dipandang. Kemudian bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata tanpa mengganggu fungsi dari sungai itu sendiri,’’ pungkasnya. (rdl/her)
Editor : Mizan Ahsani