KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Satu per satu fasilitas di Pondok Lansia mulai dibangun. Selain dua gedung asrama, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) juga mulai menggarap pembangunan masjid. Proses itu didahului dengan penentuan arah kiblat oleh Kemenag. ‘’Sebelum masjid dibangun, kami lakukan pengukuran arah kiblat,’’ kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Taman Pujiyanto kemarin (3/7).
Dia menilai penentuan arah kiblat penting dilakukan untuk menghindari keraguan dan keresahan masyarakat dalam melaksanakan salat. Pun, prosesnya mesti dilakukan sebelum masjid dibangun. ‘’Kalau ditentukan setelah masjid jadi, nanti saf salat menceng gak karuan. Agar rapi dan tertib, hadap masjid yang kami sesuaikan,’’ terangnya.
Proses penentuan arah kiblat di lokasi pembangunan masjid dilakukan dengan menggunakan kompas, busur dan waterpass. Hasilnya arah kiblat ketemu pada titik 23,2 derajat dari arah barat. ‘’Ketika titik kiblat sudah ada, pembangunan masjid dapat menyesuaikan garis lurus arah kiblat,’’ tutur Pujiyanto.
Sementara itu, Kabid Cipta Karya DPUPR Kota Madiun Sulistya Pambudi mengatakan, terdapat tiga item pekerjaan utama pada paket pembangunan masjid di Pondok Lansia. Meliputi bangunan fisiknya, perkerasan dan gapura. ‘’Waktu pelaksanaan pekerjaan selama 165 hari atau ditargetkan selesai pada Oktober mendatang,’’ terang pejabat yang akrab disapa Uut itu.
Sedangkan untuk biaya pembangunannya, kata Uut, diperkirakan mencapai Rp 4,5 miliar. Tempat ibadah tersebut dibangunan di antara dua asrama Pondok Lansia dengan mengusung konsep seperti Masjid Quba. ‘’Saat ini, pembangunan asrama pondok dan pekerjaan lainnya masih berlangsung,’’ ungkapnya. (ggi/her)
Seputar Masjid Pondok Lansia
Item Pekerjaan
- Bangunan fisik masjid
- Perkerasan
- Gapura
Titik arah kiblat: 23,2 derajat dari arah barat
Anggaran pembangunan: Rp 4,5 miliar
Lokasi: Di antara dua gedung asrama
Editor : Mizan Ahsani