Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tahun Ini, Suroan dan Suran Agung Digelar Terbatas

Mizan Ahsani • Rabu, 5 Juli 2023 | 16:00 WIB
TRADISI: Pemkot Madiun serta pihak kepolisian mengizinkan digelarnya Suroan dan Suran Agung pada tahun ini. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
TRADISI: Pemkot Madiun serta pihak kepolisian mengizinkan digelarnya Suroan dan Suran Agung pada tahun ini. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tradisi Suroan dan Suran Agung kembali eksis. Pihak kepolisian serta Pemkot Madiun mengizinkan tradisi yang melibatkan dua perguruan pencak silat itu digelar tahun ini. Hanya saja, massa yang dilibatkan dibatasi demi menjaga kondusivitas wilayah.

Rencana pengamanan acara Suroan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun dan Suran Agung Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) kemarin (4/7). ‘’Suroan dan Suran Agung harus berjalan kondusif,’’ kata Wali Kota Maidi di GCIO.

Dalam rakor tersebut, Maidi meminta kedua perguruan pencak silat itu untuk memegang komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama pelaksanaan Suroan dan Suran Agung. ‘’Saya yakin tidak ada kerusuhan. Semoga para pendekar mampu menjaga Kota Pendekar ini,’’ harap mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Selain itu, dia mengimbau kepada seluruh perguruan pencak silat untuk menertibkan lambang atau tugu organisasi mereka masing-masing yang dinilai dapat memicu perselisihan antarkelompok ketika Suroan dan Suran Agung. ‘’Semua masyarakat harus tahu hukum, tahu mereka melanggar hukum dan tahu tidak enaknya dihukum,’’ ujar Maidi.

Ketum PSHT Pusat Madiun Moerdjoko Hadi Wiyono memastikan massa yang dilibatkan dalam Suroan dibatasi di Kota Pendekar. Pun, pihaknya hanya mengundang perwakilan pengurus cabang-ranting dan melarang adanya konvoi kendaraan. Pihaknya juga melarang kegiatan ziarah selama bulan Suro. Terhitung mulai 15 Juli hingga 25 Agustus.

‘’Imbauan sudah kami lakukan ke masing-masing daerah. Hanya pengurus yang ke padepokan,’’ katanya.

Sesuai rencana, Suroan PSHT Pusat Madiun digelar 18–19 Juli. Diawali dengan kegiatan malam tiarakatan 1 Suro di Padepokan Agung dan pengesahan warga baru di Graha Krida Budaya. ‘’Untuk malam tirakatan hanya diikuti pengurus pusat dan cabang di masing-masing daerah,’’ ujar Moerdjoko.

Sementara terkait wacana penertiban atau pembongkaran tugu perguruan pencak silat, Moerdjoko belum bisa memberikan kepastian. Sebab, hal itu masih perlu dimusyawarahkan. Terlebih keberadaan tugu atau lambang perguruan pencak silat tersebut dibangun secara swadaya atas inisiatif pengurus maupun anggota di masing-masing wilayah. ‘’Akan dibicarakan secara khusus. Kami menunggu petunjuk pak wali kota. Kami mengikuti kebijakan dari pemkot,’’ katanya.

Terpisah, Ketum PSHWTM Agus Wiyono Santoso memastikan Suran Agung digelar secara terbatas. Kegiatannya meliputi pengesahan warga baru, kirab pusaka, ziarah dan tasyakuran. ‘’Untuk kegiatan akan kami kemas lebih baik agar Kota Madiun tetap aman dan kondusif,’’ ujarnya.

Soal imbauan dari pemprov terkait penertiban maupun pembongkaran tugu, Agus belum bisa memberikan jawaban pasti. Menurutnya, persoalan itu perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pengurus di tingkat cabang dan ranting. ‘’Saya belum bisa jawab. Karena sifatnya harus dimusyawarahkan dulu,’’ pungkasnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#suran agung #psht #kota madiun #pencak silat #pshwtm #Kota Pendekar #Wali Kota Maidi #suroan