KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Kota Madiun berlangsung kemarin (17/7). Total ada 4.441 peserta didik baru TK, SD–SMP negeri yang mengikuti masa orientasi siswa itu hingga Kamis (20/7). Selain di sekolah, MPLS dipusatkan di Ngrowo Bening Edupark.
Wali Kota Maidi menyatakan visinya untuk mencetak generasi emas 2045. Sehingga peserta didik baru tidak hanya dibekali materi buku pembelajaran saja, namun juga digitalisasi dengan memanfaatkan laptop hasil pengadaan dinas pendidikan (dindik). ‘’MPLS itu harus dibuat nyaman dan menyenangkan agar anak didik kerasan di tempat yang baru, sehingga belajarnya optimal,’’ katanya.
Karena itu, menurutnya, diperlukan peran guru dalam mendidik dan mengarahkan bakat maupun potensi siswa. Jangan sampai guru tersebut malah membuat siswanya ketakutan. Misalnya, dengan membentak atau melontarkan kata-kata yang tidak pantas. ‘’Jangan ada kekerasan fisik maupun secara verbal (bullying) yang sifatnya bisa membuat anak itu tidak percaya diri (sekolah),’’ tutur Maidi.
Maidi meminta agar guru tetap mengawasi dan mengevaluasi proses MPLS. Menurut dia, boleh saja jika OSIS ikut terjun MPLS. Namun, tetap ada monitoring dari guru sekolah. ‘’Sekolah ada rumah kedua siswa, buat siswa nyaman dan guru sebagai orang tua siswa di sekolah,’’ ucap Maidi. (ggi/her)
Hari Pertama Sekolah
- TK Pembina: 76 siswa
- SD negeri: 1.655 siswa
- SMP negeri: 2.710 siswa
- Penerima seragam gratis SD: 2.629 siswa
- Penerima seragam gratis SMP: 3.150 siswa
Editor : Mizan Ahsani