Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

1.500 Petugas Sekat Pintu Masuk Madiun saat Suroan, Ziarah Ditunda Agustus

Mizan Ahsani • Rabu, 19 Juli 2023 | 13:00 WIB
DAMAI: Dari kiri, Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Sugiyono, Wali Kota Maidi, Bupati Ahmad Dawami, Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto, dan para pimpinan.
DAMAI: Dari kiri, Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Sugiyono, Wali Kota Maidi, Bupati Ahmad Dawami, Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto, dan para pimpinan.

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Eskalasi pengamanan di wilayah Kota Madiun ditingkatkan jelang Suroan. Kemarin (18/7), seluruh personel langsung ditempatkan di masing-masing pos pengamanan yang telah ditentukan seusai mengikuti apel gelar pasukan Operasi Aman Suro 2023 di Alun-Alun Kota Madiun.

‘’TNI-Polri, pemerintah daerah (pemda) dan segenap potensi masyarakat harus bersinergi. Menjunjung perlindungan, pengayoman dan rasa aman serta nyaman,’’ kata Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Kolonel Inf Sugiyono.

Sugiyono meminta personel gabungan yang bertugas harus siap siaga dan bertindak sesuai aturan yang berlaku. Seperti mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. ‘’Melalui kesiapan ini, dapat terwujud situasi yang kondusif. Penegakkan hukum dapat dilaksanakan jika diperlukan,’’ tuturnya.

Selain itu, pihaknya berharap warga tidak mudah terprovokasi pada hal-hal yang bisa memicu terjadinya konflik hingga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). ‘’Kami berharap pada semua pihak yang ikut berpartisipasi demi suksesnya operasi aman suro,’’ harap Sugiyono.

Sementara itu, Karoops Polda Jatim Kombes Pol Puji Santosa mengatakan, operasi aman suro dilaksanakan demi menjaga rasa aman bagi masyarakat. Khususnya di Madiun Raya. Operasi dimulai tadi malam saat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar tirakatan. ‘’Sesuai kesepakatan bersama, ziarah ditunda dan dilaksanakan Agustus nanti. Kami harap warga PSHT tidak ziarah pada malam Sura atau 1 Muharram,’’ ujarnya.

Eskalasi pengamanan bakal ditingkatkan ketika pengesahan warga baru PSHT Pusat Madiun. Pasalnya, bakal ada mobilisasi warga perguruan pencak silat menuju ke padepokan agung. Padahal, sesuai kesepatan bahwa pengesahan di padepokan agung hanya untuk bisa diikuti pendekar dari Kota/Kabupaten Madiun.

‘’Untuk mengantisipasi mobilisasi massa dari luar Kota/Kabupaten Madiun, petugas gabungan melaksanakan penyekatan di pintu masuk Madiun,’’ jelas Puji.

Puji menyebutkan, ada sebanyak 1.500 personel gabungan yang bertugas dalam operasi aman suro kali ini. Mereka bakal di tempatkan di sejumlah titik pos pengamanan (pospam) dan pos pelayanan (posyan). Pelaksanaan pengamanan kegiatan malam tirakatan dan pengesahan juga bakal dibantu Pamter PSHT Pusat Madiun. ‘’Pengamanan kegiatan Suroan ini dilaksanakan hingga dua hari ke depan,’’ katanya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#ziarah #Maidi #kaji mbing #psht #pencak silat #pesilat #madiun #wali kota #korem 081 #ahmad dawami #suroan