KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesan kurang baik sering dirasakan masyarakat yang berkunjung di kawasan Lapangan Gulun, Kelurahan Kejuron, Taman. Keberadaan lapak pedagang yang tak tertata di Lapangan Gulun memberi kesan kumuh dan terasa sesak. Dalam kata lain, umpel-umpelan. Belum lagi, minim lampu penerangan di seputaran tepi lapangan yang menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL) selama ini.
Kemarin (11/8) pemkot melakukan penataan besar-besaran di sisi utara Lapangan Gulun. Puluhan petugas dilibatkan dalam pengamanan kegiatan yang berlangsung seharian. Mulai satpol PP, linmas, perangkat kelurahan-kecamatan, serta dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim).
Setelah penertiban rampung, proyek penataan kawasan bakal dilakukan. Saat ini, sebagian pekerjaan sudah running. ‘’Semuanya kami tertibkan. Nanti, kawasan ini kami terangi dan ditata rapi,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.
Dia mengungkapkan, kawasan Lapangan Gulun telah menjadi salah satu pusat perekonomian Kota Madiun. Hampir setiap hari dijejali ribuan masyarakat. ‘’Kami tertibkan keindahannya dan kenyamanannya. Sehingga, orang yang berkunjung, berdagang dan berolahraga itu nyaman,’’ ungkap mantan Sekda Kota Madiun tersebut.
Maidi menegaskan, penertiban ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Dan, tidak ada maksud untuk menggusur. ‘’Namun, ditata biar rapi. Lampunya nanti kita buat terang. Supaya pedagang nanti bisa berdagang lebih lama dan dagangannya semakin laris,’’ ujarnya.
Sesuai perencanaan, kawasan Lapangan Gulun bakal dikembangkan menjadi lima zona. Yakni, zona satu atau zona penunjang barat yang meliputi parkir motor dan mobil, kios PKL permanen dan stage. Kemudian, zona dua atau zona penunjang selatan dibangun area parkir motor, kuliner, dan PKL nonpermanen.
Lalu, zona tiga dan empat atau zona bermain barat dan timur menjadi area bermain dan tempat duduk. Sedangkan zona lima atau zona inti untuk olahraga. Mulai lapangan sepak bola, voli, fitnes outdoor, jogging track, terapi kaki, dan toilet.
Kendati begitu, penataan kawasan Lapangan Gulun tidak dilakukan sekali anggaran. Namun, dikerjakan secara bertahap. Tahun ini, penataan ruang terbuka hijau (RTH) Lapangan Gulun dialokasikan sebesar Rp 770 juta. ‘’Ini akan kami bangun dan dibenahi semuanya. Supaya tempat ini menjadi tempat yang pertumbuhan ekonominya bagus,’’ kata Maidi. (her)
Editor : Mizan Ahsani