KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Wali Kota Madiun Maidi meyakini revisi DPPT bisa tuntas tahun ini. Apalagi, anggaran untuk proses penyusunan dokumen itu telah dialokasikan.
‘’Kalau sudah dianggarkan ya pasti selesailah,’’ ujarnya saat ditemui di kompleks DPRD Kota Madiun kemarin.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan, detail engineering design (DED), feasibility study dan regulasi tentang tata ruang sudah beres. Proses itu disusun sejak 2019 lalu.
Misalnya, dalam proses studi kelayakan pihaknya menggandeng tim kajian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Pun, dia berusaha merealisasikan salah satu proyek strategis nasional itu bisa running di Kota Madiun. Dengan demikian azas kemanfaatannya dapat segera dirasakan masyarakat, termasuk bisa mengurai kepadatan arus lalu lintas di wilayah setempat.
‘’Contohnya ini, pemkot dapat Rp 600 miliar untuk RRT. Tapi, kalau prosesnya belum selesai ya nggak bisa,’’ kata Maidi.
Sebagaimana hasil kajian dari ITS, pembangunan RRT harus segera dilaksanakan. Berdasarkan analisis jaringan, banyak pengendara yang melewati keramaian di pusat maupun pinggiran Kota Madiun.
Baik dari selatan ke utara maupun arah sebaliknya. Selain itu, potensi kemacetan yang diprediksi memuncak pada 2026 mendatang perlu diantisipasi.
Selain itu, keberadaan RRT membuka peluang ekonomi di sisi timur Kota Madiun. Dari asumsi dalam analisis kelayakan ekonomi diketahui kenaikan harga tanah dan bangunan sebesar lima persen per tahun.
Lebih lanjut, Maidi menyatakan pembebasan lahan bakal dilakukan bertahap dan direncanakan dimulai tahun depan. Sedangkan pembangunannya telah diawali dari pintu masuk sebelah timur atau dekat Terminal Kargo Madiun.
‘’Itu nanti kami lihat kekuatan keuangan (anggaran). Paling tidak jalan pintu masuk harus dibebaskan dulu,’’ terangnya.
Setelah proses tersebut beres, lanjut dia, pembebasan akan diteruskan hingga ke tanah-tanah bengkok kelurahan hingga bablas ke jalan rintisan yang sudah dibangun.
‘’Kalau bisa (progresnya) langsung ketemu jalan. Kasarannya, jalan ketemu jalan. Termasuk flyover-nya. Diharapkan, 2025 sudah bisa jalan konstruksinya,’’ harap Maidi.
Sejauh ini pemkot sudah merintis megaproyek itu dengan membangun jalan inspeksi Kali Sono. Mulai dari Jalan Tawang Sakti–Kali Teratai Timur dan Jalan Tawang Sari–Tawang Sakti. (her)
Editor : Budhi Prasetya