KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Isu kesetaraan gender menjadi pembahasan yang diangkat dalam penyusunan arah kebijakan program Nasyiatul Aisyiyah Kota Madiun saat menggelar musyawarah daerah (musda) ke-VI, Minggu (20/8).
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nasiatul Aisyiyah (PWNA) Jatim menyebutkan, ada tujuh arah kebijakan yang dirumuskan dalam musda tersebut. Salah satunya mengenai kesetaraan gender serta penghapusan diskriminasi terhadap kaum perempuan.
Dengan begitu, diharapkan para perempuan mempunyai peluang untuk meningkatkan kualitas sekaligus mengembangkan potensinya tanpa ada tekanan dari orang lain.
‘’Nasyiatul Aisyiyah Jatim memiliki jargon progresif. Artinya, sebagai perempuan muda yang tergabung dalam Nasyiatul Aisyiyah harus memiliki sifat dan tindakan profetik, gesit, responsif, kolaborasi, dan inklusif,’’ terang Maharina.
Nasyiatul Aisyiyah Kota Madiun juga menyusun arah kebijakan tentang sistem pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai sektor. Termasuk di antaranya layanan pemulihan. Karena itu, penting bagi Nasyiatul Aisyiyah Kota Madiun untuk menggiatkan gerakan dakwah dan avokasi yang responsif terhadap keadilan sosial serta gender.
Di samping menyusun arah kebijakan, musda juga menetapkan Ika Happy Azizah sebagai Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Madiun periode 2022–2026. (her)
Editor : Mizan Ahsani