KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Aksi WKR dalam mempertanyakan kualitas pengawasan dan penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kota Madiun ke depan mendapat respon pemerhati politik.
‘’Patut diapresiasi. Karena masyarakat peduli dengan KPU dan Bawaslu. Nah, ini tinggal mereka menjawab kepercayaan masyarakat,’’ kata Kokok Heru Purwoko, pengamat sosial dan politik Kota Madiun kemarin (22/8).
Dia menilai aksi WKR dengan mendatangi kantor KPU dan Bawaslu tersebut memiliki dua arti penting. Di antaranya, kecintaan sekaligus wujud ketidakpercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas dan penyelenggara pemilu tersebut.
Apalagi, tuntutan yang disampaikan agar KPU dan Bawaslu bekerja secara profesional serta berintegritas. ‘’Jangan sampai masyarakat menyampaikan ketidakpercayaan,’’ tegas mantan Ketua Bawaslu Kota Madiun periode 2018–2023 tersebut.
Di sisi lain, menurut Kokok, komisioner Bawaslu mesti bersikap dewasa dalam menanggapi tuntutan dari masyarakat. Sebab, aksi tersebut dinilainya sebagai bentuk perhatian dan kecintaan kepada lembaga pengawas pemilu. ‘’Jangan diartikan lain. Apalagi, berpikiran menjatuhkan komisioner baru,’’ sebutnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani