Musibah kebakaran rumah yang dialami Rumi pada Minggu (27/8) lalu mengetuk hati wali kota Maidi. Dia turun langsung menyalurkan bantuan dari dinas sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos-PPPA) serta Baznas sehari pascakejadian.
------------
KEHILANGAN tempat tinggal membuat hati Rumi remuk. Tak pernah dia bayangkan sepanjang hidup akan menghadapi kenyataan bahwa rumahnya yang berada di Gang Mudin, Jalan Kaswari, Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo telah ludes dilalap api.
Meski berat hati, Rumi coba mengikhlaskan kehilangan itu. Sambil berharap ada bantuan dari pemkot atas musibah yang dialaminya pada Minggu (27/8) lalu. Kejadian yang menimpa Rumi tersebut ternyata diketahui wali kota Maidi. Dia yang mendapatkan laporan dari pihak kelurahan langsung turun membantu.
Bantuan sandang, pangan dan papan dari dinsos-PPPA serta Baznas disalurkan. Bentuknya berupa uang Rp 2 juta dan sembako. Selain itu, pihaknya juga menjanjikan akan mengerahkan tim dari BPBD, dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim), serta Tagana untuk membantu perbaikan kembali rumah Rumi yang hangus terbakar.
‘’Kita lihat situasi. Insya Allah ini (rumah) akan dibangun borongan,’’ kata Maidi.
Proses pembangunan rumah perempuan 67 tahun itu ditargetkan selesai 2–3 minggu. Selam proses rehabilitasi berlangsung, Rumi disarankan untuk tinggal sementara di UPTD Loka Bina Karya yang berada di Jalan Srindit bersama dengan Sumarno, anaknya.
‘’Sebelumnya, rumah ini sudah (pernah) digunakan (mendapatkan bantuan) RTLH (rumah tidak layak huni) berarti status tanahnya jelas punya dia (Rumi),’’ terang mantan Sekda Kota Madiun itu.
Adapun seluruh bantuan diberikan Baznas Kota Madiun melalui program Aksi Cepat Tanggap Darurat (ACTD). Termasuk di antaranya bantuan dana perbaikan RTLH sebesar Rp 15–20 juta.
‘’Anggarannya kami serahkan ke kelurahan. Lalu, dari Baznas mengimbau kelurahan membentuk tim agar memudahkan pertanggungjawabannya,’’ ujar Wakil Ketua I Baznas Kota Madiun Heri Purna Irawan.
Sementara itu, Rumi tak menyangka dalam waktu cepat rumahnya hangus terbakar. Saat ini, dirinya hanya bisa pasrah. Meski pakaian dan sejumlah barang elektronik miliknya ikut ludes dilalap si jago merah. ‘’Ada alat-alat elektronik seperti TV, radio, dan kulkas. Juga baju-baju habis terbakar,’’ pungkasnya. (ggi/her/*)
Editor : Mizan Ahsani