KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Di saat DKI Jakarta diliputi masalah polusi udara yang begitu parah, Kota Madiun justru sebaliknya. Luasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Pendekar sudah lebih dari 20 persen. Alhasil, polusi udara pun dapat ditekan dengan baik.
Daerah berjuluk Kota Pendekar ini terus berbenah untuk mewujudkan green city. Tahun ini, dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (disperkim) membangun delapan taman baru untuk menjaga paru-paru kota.
‘’Untuk RTH ada delapan titik. Sehingga, total RTH di Kota Madiun sekitar 79 titik. Baik RTH skala kecil maupun besar,’’ kata Kepala Disperkim Kota Madiun Jemakir kemarin (30/8).
RTH itu dibangun di Perumahan Bumi Mas, Candi Mas, Jalan Gegono Manis, Josenan dan Jalan Merak. Pembangunannya dikonsep untuk menyerap karbondioksida dan memproduksi oksigen, sehingga mengurangi polusi udara.
‘’Tidak hanya sekadar untuk penghijauan, tapi multifungsi. Seperti untuk meningkatan kualitas lingkungan, ekonomi dan sosial,’’ terang mantan Lurah Nambangan Lor tersebut.
Di samping itu, Jemakir mengaku pihaknya juga mengejar penanaman 58.446 pohon di 144 ruas jalan kota. Dengan begitu, diharapkan konsep kota hijau dapat terwujud. ‘’Penghijauan berkaitan dengan kualitas udara. Pengelolaan lingkungan menjadi concern pak wali (Maidi),’’ ujarnya.
Pembangunan RTH sekaligus penghijauan tersebut secara tidak langsung mempengaruhi indeks kualitas udara (IKU) di Kota Madiun yang saat ini masuk kategori baik. (ggi/her)
INDEKS KUALITAS UDARA
Tahun 2021: 83,78
Tahun 2022: 84,17
TENTANG RTH
Total RTH: 79 titik
Dibangun tahun ini: 8 titik
UPAYA PENGHIJAUAN
Tanam 58.446 pohon di 144 ruas jalan
Editor : Mizan Ahsani