KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Masalah stunting menjadi persoalan serius di Indonesia. Bahkan, Presiden Joko Widodo memberikan instruksi guna menekan angka masalah gizi kronis pada anak itu. Termasuk menargetkan angka prevalensi stunting harus sudah di bawah 14 persen tahun depan.
Instruksi peresiden tersebut ternyata telah diimplementasikan oleh Pemkot Madiun. Tahun lalu, angka stunting di Kota Madiun mencapai 9,7 persen. Sedangkan, tahun ini ditargetkan bisa mencapai angka 4 persen.
Wali Kota Maidi mafhum menekan angka prevalensi stunting tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, bukan mustahil dilakukan. Kuncinya, lanjut dia, stunting harus dicegah dari akar. Artinya, program pencegahan stunting dapat dimulai sejak pernikahan, ibu mengandung hingga melahirkan. ‘’Salah satu penyebab stunting itu kasus pernikahan dini. Nah, ini harus dijaga betul,’’ katanya.
Setelah itu, kesehatan dan asupan gizi ibu hamil tak kalah penting. Maidi menginstruksikan dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinkes PPKB) setempat untuk intens memantau tumbuh kembang janin yang dikandung ibu hamil. Pun, kebutuhan gizi coba dicukupi dengan program warung stop stunting (WSS).
‘’Anggaran 5,4 miliar kami siapkan khusus mencukupi kebutuhan ibu hamil dan anak stunting. WSS kami tempatkan disejumlah titik di masing-masing kelurahan,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.
Selain mencukupi kebutuhan pokok dan sayuran gratis, sasaran WSS juga dibekali konsumsi makanan siap saji, asupan protein hingga uang saku belanja di lapak UMKM. WSS menyasar sekitar 922 jiwa yang terdiri dari anak dan ibu hamil di Kota Madiun. Perinciannya, 256 jiwa di Manguharjo, 385 di Taman, dan 281 di Kartoharjo.
‘’Kalau anak-anak kekurangan gizi, tumbuh kembang serta kecerdasannya akan kurang. Maka pola-pola pemenuhan gizi harus dilakukan,’’ tuturnya.
Di samping itu, Maidi juga membuka pintu bagi ibu hamil untuk mengonsumsi buah-buahan di perkebunan kawasan Ngrowo Bening secara gratis. Bahkan, dia sempat mengundang ratusan ibu hamil rujakan bersama. ‘’Ibu hamil harus bahagia. Dengan begitu, janin yang dikandung juga ikut bahagia hingga lahir sehat dan pintar,’’ pungkasnya. (ggi/her/prog)
ANGKA STUNTING
2021: 12,4 persen
2022: 9,7 persen
VOUCHER WSS
Voucher ibu hamil Rp 386 ribu per pekan
Voucher balita stunting Rp 374 ribu per pekan
Voucher makanan siap saji Rp 36 ribu per pekan
Voucher belanja di lapak UMKM Rp 50 ribu per pekan
SASARAN WSS
922 jiwa total balita dan bumil di Kota Madiun
SEBARAN SASARAN
Manguharjo
116 ibu hamil
140 balita
Taman
172 ibu hamil
213 balita
Kartoharjo
120 ibu hamil
161 balita
Editor : Mizan Ahsani