JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kebijakan pengawasan yang dijalankan wali kota Maidi dalam pengimplementasian program wifi gratis di kelurahan ternyata berimplikasi positif bagi perkembangan teknologi di Kota Madiun.
Bahkan, penerapan program wifi gratis itu mengantar Wali Kota Madiun Maidi sebagai kepala daerah peduli sensor mandiri. Anugerah tersebut merupakan apresiasi dari Lembaga Sensor Film (LSF).
‘’Alhamdulillah, saya ucapkan terima kasih untuk semua tim yang telah bekerja keras hingga berbuah prestasi ini,’’ ucapnya kemarin (15/9).
Sejak dirinya menjabat kepala daerah pada 2019, Maidi memang concern meningkatkan perekonomian masyarakat dan kualitas pendidikan anak-anak Kota Madiun melalui program pengembangan teknologi.
Bentuknya berupa penyediaan layanan wifi gratis di 2.900 titik. Baik itu di sekolah, puskesmas, lapak UMKM, poskamling, ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas umum di lingkungan RT.
Dengan layanan tersebut, kata Maidi, masyarakat bisa dengan mudah mengakses internet sebagai bahan informasi, pengetahuan, pemasaran, hiburan dan edukasi.
‘’Nah, tugas pemkot tidak hanya menyediakan fasilitas. Tapi, juga melakukan kontrol atau pengawasan penggunaan akses internet itu,’’ katanya, kepada Radar Madiun.
Karena itu, dalam praktiknya mesti dilakukan filterisasi. Terutama akses pranala internet alias link serta tayangan dalam ruang digitalisasi yang berdampak negatif secara otomatis terblokir sistem.
Baca Juga: Tak Diunggulkan, Cabor Ini Justru Sukses Sumbang Medali Porprov untuk Kota Madiun
‘’Kami juga konsentrasi pada manfaat dan dampak positif dalam penggunaan internet wifi gratis ini,’’ jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, LSF juga menetapkan Kelurahan Winongo sebagai pilot project atau percontohan program desa sensor mandiri. Bahkan, LSF telah menggelar training of trainer (ToT) di Winongo.
‘’Untuk mencegah penyalahgunaan akses internet, pemkot membatasi jam koneksi. Saya berterima kasih karena kelurahan di kota kita juga ditunjuk sebagai Desa Sensor Mandiri pertama di Indonesia,’’ ujar Maidi.
Menurut Maidi, desa sensor mandiri termasuk penting dalam pembangunan sebuah kota.
Karena bisa membangun kesadaran kolektif masyarakat agar dapat memilah dan memilih tontonan sesuai dengan penggolongan usia secara mandiri.
‘’Melalui kegiatan ini, LSF mengajak masyarakat untuk mengedepankan program budaya sensor mandiri,’’ pintanya. (ggi/her/*)
Editor : Mizan Ahsani