Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sugeng Rawuh! Kota Madiun Siap Sambut Delegasi Kenya-Bangladesh

Mizan Ahsani • Minggu, 17 September 2023 | 14:00 WIB

 

RAPATKAN BARISAN: Wali Kota Madiun Maidi saat memimpin apel persiapan kunjungan Replublik Kenya-Bangladesh di halaman Balai Kota Madiun kemarin (15/9). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
RAPATKAN BARISAN: Wali Kota Madiun Maidi saat memimpin apel persiapan kunjungan Replublik Kenya-Bangladesh di halaman Balai Kota Madiun kemarin (15/9). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Hari ini (17/9) delegasi dari Republik Kenya dan Bangladesh dijawalkan tiba di Kota Madiun.

Mereka bakal menginap di Aston Hotel Madiun bersama dengan perwakilan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BKKBN dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) selama sepekan ke depan.

Sesuai agenda, mereka mulai “bergerak” pada Senin (18/9). Diawali dengan acara seremonial pembukaan di GCIO oleh Wali Kota Madiun Maidi.

‘’Informasi yang kami terima, rombongan terdiri dari 12 orang,’’ kata Maidi, kemarin (16/9), kepada Radar Madiun.

Maidi menyatakan pihaknya sudah menyambut delegasi dari dua negara tersebut. Beberapa tempat yang menjadi lokasi tujuan sudah dipersiapkan.

Mulai dari RSUD Kota Madiun, Puskesmas Sukosari, Ngrowo Bening Edupark, Kampung KB di Lapak Bumi Semendung, GOR Kriya Budaya dan Pahlawan Street Center (PSC).

‘’Kita sudah beberapa kali menggelar rapat koordinasi persiapan terkait kunjungan ini. Yang terakhir, juga melibatkan BKKBN di pusat. Mereka ikut secara virtual,’’ ungkapnya.

Selama di Kota Madiun, mereka bakal mempelajari tentang urusan pengendalian pendudukan melalui KB pasca persalinan, penekanan angka kematian ibu dan bayi, serta stunting.

‘’Kebetulan semua program itu berjalan baik di kota kota,’’ ujarnya.

Sebagaimana diketahui, RSUD Kota Madiun telah mencetuskan inovasi Wisata KB dan Pendekar Hati.

Inovasi tersebut dinilai cukup berhasil menekan angka kelahiran baru serta juga meminimalkan resiko kematian ibu dan bayi.

Melalui program itu cakupan KB di RSUD Kota Madiun mencapai 80 persen. Artinya, sebagian besar ibu langsung pasang KB usai persalinan.

Di samping itu, tingkat kematian ibu melahirkan juga nol selama dua tahun terakhir. Padahal, rata-rata terdapat 100-150 pasien melahirkan di RSUD Kota Madiun dalam sebulan.

Menurut Maidi, hal tersebut terjadi karena adanya Pendekar Hati.

‘’Pasien akan mendapatkan notifikasi melalui pesan singkat minimal tiga hari sebelum jadwal pemeriksaan tiba. Artinya, pasien bisa mempersiapkan diri sebelum jadwal pemeriksaan,’’ terangnya.

Yang jelas, Maidi merasa bangga dengan adanya kunjungan kerja (kunker) internasional ke Kota Madiun tersebut.

Dengan begitu, program yang telah berjalan di Kota Madiun tidak hanya menjadi percontohan di tingkat nasional saja, tetapi juga dunia.

‘’Ini menunjukkan bahwa Kota Madiun memang sudah maju mendunia. Saya ucapkan selamat datang bagi perwakilan dari Kenya dan Bangladesh di Kota Madiun,’’ ucapnya. (ggi/her/prog) 

Editor : Mizan Ahsani
#Maidi #bangladesh #kota madiun #kenya