KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Minat pelajar dalam memanfaatkan angkutan sekolah gratis yang dioperasikan Pemkot Madiun begitu tinggi.
Hampir setiap Senin–Jumat, angkutan sekolah gratis atau ASG selalu penuh sesak, sejak kembali dijalankan Pemkot Madiun pada akhir Agustus lalu.
‘’Respon masyarakat cukup baik. Bahkan, ada lembaga pendidikan pondok pesantren (ponpes) melakukan pendaftaran agar terakomodir ASG,’’ kata Kepala Dishub Kota Madiun Subakri kemarin (16/9).
Subakri mengungkapkan, pendaftaran tidak dibatasi. Bahkan, ASG juga mengakomodir warga daerah tetangga yang bersekolah di Kota Madiun.
‘’Kalau masih ada tempat, warga luar kota bisa kami angkut. Tapi, seandainya tidak cukup, kami klasifikasi warga kota,’’ ungkap mantan kadiskominfo itu.
Saat ini, ASG memanfaatkan dua armada Madiun Bus on Tour (Mabour), tiga bus sekolah, satu unit elf dan angkutan kota (angkot).
Jumlah armada tersebut dianggap Subakri masih cukup. Sehingga, pihaknya belum berencana untuk menambah armada baru.
‘’Ya, karena anggarannya terbatas. Soalnya, anggaran 2024 difokuskan untuk penyelenggaraan pemilu,’’ terang Subakri. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani