KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Evaluasi menyeluruh bakal dilakukan pasca Porprov Jatim 2023. Pasalnya, target Kota Madiun untuk bisa masuk jajaran 20 besar gagal tercapai.
Dalam ajang multievent itu Kota Madiun hanya nangkring di posisi ke-22 klasemen akhir perolehan medali. Dengan perolehan 10 medali emas, 14 perak dan 25 perunggu.
Pada Porprov 2022, Kota Madiun menempati urutan ke-28 dengan perolehan tiga medali emas, 17 perak dan 12 perunggu di bawah Ponorogo (25) dan Ngawi (21).
Sedangkan pada penyelenggaraan tahun ini, Kota Madiun unggul dibandingkan daerah lain se-Madiun Raya (selengkapnya lihat grafis).
‘’Secara ranking belum. Karena target kami masuk 20 besar. Tapi, dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, tahun ini lebih baik,’’ kata Pengurus Bidang Kerja Sama Dalam dan Luar Negeri KONI Kota Madiun dasaril Yan Chaniago kemarin (18/9).
Dasril mengungkapkan, ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang gagal memenuhi ekspektasi emas. Di antaranya, kurash, muaythai, atletik, dan judo.
Padahal, sejak awal pengurus sejumlah cabor tersebut menjanjikan bisa menyumbang sekeping medali emas.
‘’Untung kita masih ditolong angkat besi, hapkido, panahan, jujitsu, dan balap sepeda,’’ ungkapnya, kepada Radar Madiun.
Dia menambahkan, gagal bertandingnya cabor tinju juga tidak memberikan pengaruh besar. Karena mereka hanya mematok perak.
‘’Yang jelas, setelah ini akan dievaluasi. Nanti akan kami buat grade cabor. Tujuannya mengetahui mana cabor yang masuk skala prioritas ke depannya dan mana yang tidak,’’ terang Dasril.
Sesuai rencana, evaluasi akan dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan, dia berharap evaluasi bisa berlangsung sebelum proses penyerahan bonus bagi peraih medali dilakukan.
‘’Ada cabor yang memaksakan diri berangkat tapi tidak memenuhi standar untuk diperlombakan (menang). Nah, nanti akan kami lakukan evaluasi besar-besaran itu,’’ katanya.
Saat ini, menurutnya, KONI harus mulai membedah dan mengalkulasi potensi dengan akurat.
Artinya, pihaknya sudah harus dapat penjelasan cabor apa, nomornya apa saja, dan namanya siapa yang bisa diprioritaskan untuk dikirim di Porprov Jatim 2025.
‘’Untuk pencairan bonusnya, kami masih menunggu disbudparpora. Kalau bisa sesegera mungkin, karena memang anggarannya sudah ada,’’ jelas Dasril.
Terpisah, Ketua Harian Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Madiun Budiman mengaku kecewa dengan dihentikannya cabor tinju oleh pihak panitia porprov.
Sebab, dengan begitu pihaknya kehilangan peluang untuk mendapatkan medali.
‘’Atlet saya kecewa karena tidak ada kesempatan untuk menunjukkan kapasitanya di atas ring,’’ ujarnya.
Budiman menambahkan kerugian materi juga mesti ditanggung pasca dibatalkannya pertandingan tinju di porprov lalu.
‘’Sebelum porprov, kami sudah memperisapkan diri atlet. Mulai dari latihan di Kare (Madiun), Ngebel (Ponorogo) dan Sarangan (Magetan). Itu kami pakai biaya mandiri,’’ ungkap pria yang juga anggota Polres Madiun Kota itu.
Sementara itu, kebahagiaan dirasakan Aries Susilo, pelatih cabor panahan Kota Madiun. Ini setelah targetnya untuk bisa menyumbangkan minimal satu medali emas terkabul.
‘’Kalau perasaan bangga ada. Tapi, dari segi poin kami mengalami penurunan dibandingkan porprov lalu yang bisa mendapatkan satu medali emas dan satu perak,’’ terang Arief. (mg1/her)
Perolehan Medali Kontingen se-Madiun Raya
22) Kota Madiun: 10 emas, 14 perak, 25 perunggu, total poin 93
28) Ngawi: 8 emas, 15 perak, 19 perunggu, total poin 81
32) Ponorogo: 7 emas, 5 perak, 11 perunggu, total poin 49
33) Kabupaten Madiun: 6 emas, 5 perak, 14 perunggu, total poin 48
34) Pacitan: 9 emas, 3 perak, 3 perunggu, total poin 45
35) Magetan: 7 emas, 4 perak, 9 perunggu, total poin 45
Sumber: Porprov Jatim 2023
Editor : Mizan Ahsani