KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Delegasi Kenya dan Bangladesh mulai mengikuti rangkaian pelatihan peningkatan program KB (keluarga berencana) serta kesehatan reproduksi di Kota Madiun, mulai Senin kemarin (18/9).
Diawali pemaparan program KB, pengendalian penduduk, penanganan stunting dan pembangunan berkelanjutan yang telah dijalankan di Kota Madiun, kepada delegasi Kenya dan Bangladesh.
Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, program KB Kota Madiun cukup berhasil. Selain itu, angka pernikahan dini termasuk rendah dibandingkan daerah lain.
Baca Juga: 5 Hari di Kota Madiun, Ini Daftar Tempat yang Dikunjungi Delegasi Kenya-Bangladesh
‘’Dan, untuk ibu hamil selalu kami rawat. Sehingga bayi lahir tidak ada yang stunting. Kemudian, pasca bersalin itu kesadaran KB masyarakat luar biasa. Sehingga anak yang dilahirkan itu unggul,’’ katanya.
Menurutnya, keberhasilan Kota Madiun pada program KB dan kesehatan reproduksi itu diharapkan dapat melahirkan anak yang berkualitas.
Di samping itu, dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul sekaligus menyiapkan generasi emas 2045.
Baca Juga: Fakta Menarik Kenya, Negara yang Kirim Delegasi untuk Belajar Program KB di Kota Madiun
‘’Jadi, kelebihan di Kenya apa dan kekurangan kita di mana. Itu nanti akan kami diskusikan di Kota Madiun,’’ ujar Maidi.
Tidak hanya soal kesehatan, lanjutnya, pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemkot selama ini ikut meningkatkan kualitas hidup warga Kota Madiun.
Sebab, dengan begitu perekonomian daerah terkerek seiring makin banyaknya wisatawan yang datang berkunjung.
‘’Dengan adanya jalan tol, maka memudahkan kami. Ini menjadi peluang sehingga tamu yang hadir di kota ini semakin banyak,’’ katanya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani