Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kenya-Bangladesh Terkesan Inovasi Puskesmas Sukosari, Sebut Bakal Tiru di Negara Asal

Mizan Ahsani • Jumat, 22 September 2023 | 01:00 WIB
FASKES: Delegasi Republik Kenya-Bangladesh mengunjungi ruang konseling yang ada di Puskesmas Sukosari kemarin (20/9). (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)
FASKES: Delegasi Republik Kenya-Bangladesh mengunjungi ruang konseling yang ada di Puskesmas Sukosari kemarin (20/9). (HENGKY RISTANTO/RADAR MADIUN)

 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Keinginan kuat delegasi Republik Kenya dan Bangladesh untuk menambah ilmu dan pengetahuan tentang peningkatan program keluarga berencana (KB) di Kota Madiun membuat mereka terus belajar.

Kemarin (20/9), rombongan delegasi dari Kenya dan Bangladesh meninjau hasil implementasi inovasi mengenai program KB di Puskesmas Sukosari.

Director General for The National Council for Population and Development (NCPD) of Kenya Muhamed Abdikadir Syeich mengaku kagum dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukosari.

Apalagi, setelah dirinya ditunjukkan sejumlah ruangan yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama itu. Mulai dari balai lansia hingga pusat layanan terpadu untuk anak.

‘’Kami sangat terkesan dengan yang disediakan di sini,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan sempat juga mengunjungi ruang konseling bagi penderita HIV/ADIS dan ruang gizi.

‘’Kami belajar banyak di sini (Kota Madiun). Dan, banyak juga informasi yang telah kami dapatkan. Selanjutnya, kami ingin kembali ke Kenya dan meniru apa saja yang sudah kami pelajari di sini,’’ terang Muhamed.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun dr Denik Wuryani menjelaskan, rombongan delegasi Republik Kenya-Bangladesh sengaja diajak ke Puskesmas Sukosari guna mempelajari pelayanan program KB serta kesehatan ibu dan anak.

Di puskesmas, lanjut dia, mereka melihat langsung pelayanan kesehatan di Kota Madiun optimal secara bertingkat. ‘’Ini menunjukkan bagaimana pelayanan prima di segala lini,’’ jelasnya.

Menurut Denik, pemilihan Puskesmas Sukosari menjadi jujukan delegasi bukan berarti puskesmas lainnya kurang optimal.

Penunjukkan puskesmas tersebut lantaran pertimbangan teknis. Dia mengklaim seluruh puskesmas menjalankan program yang sama.

‘’Semua puskesmas bisa jadi contoh. Hanya, pertimbangan teknis dan kesiapan saja yang akhirnya memilih Puskesmas Sukosari,’’ terang Denik.

Denik menuturkan, pelayanan program KB serta kesehatan ibu dan anak tidak melulu tindakan medis saat di RS maupun puskesmas. Melainkan juga menjalankan pelayanan secara komprehensif.

‘’Mulai calon pengantin kami lakukan pembekalan terkait kesehatan dan lain-lain. Kesehatan ibu saat mengandung hingga melahirkan juga diawasi tenaga kesehatan (nakes). Prinsipnya, kami lakukan pendekatan sesuai SOP (standar operasional prosedur),’’ pungkasnya. (ggi/her)

Editor : Mizan Ahsani
#bangladesh #kota madiun #kenya #KB #Puskesmas