KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Selama ini, Kota Madiun nihil kasus rabies. Meski begitu, penularan kasus tersebut tetap diantisipasi oleh dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat.
Salah satu bentuk tindakannya dengan melakukan vaksinasi antirabies kepada hewan peliharaan milik warga kemarin (27/9).
Yudiasari misalnya. Warga Kelurahan Nambangan Kidul, Manguharjo itu, membawa empat ekor kucingnya untuk disuntik antirabies.
Baginya, vaksinasi tersebut penting. Selain sebagai proteksi agar kucingnya tidak terpapar Lyssavirus, kebetulan vaksinasi itu gratis.
"Tentu ini sangat membantu kami para pecinta hewan untuk menjaga peliharaannya," katanya.
Kepala DKPP Kota Madiun Totok Sugiarto mengatakan, program vaksin antirabies tersebut merupakan kali kedua yang digelar pihaknya pada tahun ini.
Pertama pada awal tahun lalu dengan jumlah 250 dosis vaksin. Kemudian, saat ini dengan sasaran 150 dosis.
"Meski belum ada temuan kasus rabies, kami tidak ingin kecolongan. Sehingga, kami laksanakan kegiatan vaksinasi rabies sebagai langkah antisipasi," jelasnya.
Totok menjelaskan, penyakit rabies alias anjing gila juga menjadi momok bagi manusia.
Sebab, manusia berisiko tertular bila mengalami gigitan, cakaran atau terpapar air liur pada kulit hewan yang terinfeksi penyakit rabies.
Seperti anjing, kelelawar, kucing dan kera.
"Karena permintaan cukup tinggi. Kami tambah kuota penyuntikan menggunakan PAK (perubahan anggaran keuangan) ini," kata mantan kepala disperkim tersebut.
Menurutnya, penyakit rabies tidak dapat dianggap sebelah mata. Orang yang terpapar virus ini mengalami gejala gangguan kesehatan hingga bekaibat kematian.
Totok mengimbau masyarakat waspada ketika mengalami gejala flu, demam, otot melemah, kesemutan atau merasa terbakar di area gigitan, sakit atau nyeri kepala, mual dan muntah pasca mengalami gigitan hewan.
"Gejala raabies berkembang secara bertahap. Mulai gejala awal mirip flu hingga berkembang menjadi gangguan neurologis parah," bebernya.
Kendati berakibat fatal, kata Totok, pasien yang terpapar virus rabies berpeluang sembuh asal segera mendapat penanganan medis yang cepat dan tepat.
Ketika mengalami gigitan hewan, pasien diimbau segera mencuci luka gigitan dengan air mengalir dan sabun.
Lalu, dapat dilakukan pertolongan pertama dengan pemberian antiseptik pada luka gigitan. "Karena menimbang akibat fatalnya, kami terus berupaya meningkatkan perlindungan bagi masyarakat yang salah satunya program vaksinasi antirabies gratis ini," pungkasnya. (ggi/her)
Waspadai Gejala Rabies!
- Flu
- Demam
- Otot melemah
- Kesemutan atau merasa terbakar di area gigitan
- Sakit atau nyeri kepala
- Mual dan muntah
- Merasa gelisah dan bingung
- Hiperaktif
- Halusinasi
- Insomnia atau gangguan tidur
- Kesulitan menelan ketika makan atau minum serta
- Produksi air liur berlebih
Sumber: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI
Editor : Mizan Ahsani