Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Tantangan Industri Batik Kota Madiun: Minim Regenerasi Pembatik, Sulit Pikat Generasi Muda 

Mizan Ahsani • Selasa, 3 Oktober 2023 | 22:00 WIB
BERAGAM: Motif batik Kota Madiun sudah beragam. Namun, sulit memikat generasi muda. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
BERAGAM: Motif batik Kota Madiun sudah beragam. Namun, sulit memikat generasi muda. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Batik itu formal. Batik itu kuno. Batik itu bikin kelihatan tua. Eits, siapa bilang. Di tangan Murni Sri Muniarti, orang-orang saat ini bisa tampil trendi dalam balutan batik.

Berbagai kreasi diciptakannya untuk meningkatkan popularitas batik. Terutama di kalangan anak muda. Setiap tahunnya, dia berinovasi menciptakan motif yang lebih modern.

Seperti motif Pahlawan Street Center (PSC), pecelan, sejuta bunga, naga, kereta api hingga klenteng yang dikolaborasikan dengan batik klasik.

"Inovasi ini selalu ya. Jadi, nggak harus menunggu hari batik, tapi memang untuk motif-motif dan warna ini selalu mengikuti biar nggak bosan," kata owner batik Murni itu kemarin (2/10).

Pengenalan kain nusantara, khususnya batik sudah semestinya terus digencarkan agar anak muda semakin mencintai kekayaan warisan luhur yang kental budaya.

Hal itu pulalah yang diungkapkan Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Madiun Wiwin Supriani.

Menurutnya, saat ini anak-anak muda sudah semakin sulit diminta meneruskan tradisi leluhur mereka untuk membatik.

Turunnya minat jadi perajin batik ini salah satunya dikarenakan pilihan penghasilan yang lebih besar dan cepat.

Wiwin mempunyai harapan ke depannya, generasi Z saat ini mau peduli melestarikan batik dengan tidak hanya memakainya tapi juga ikut menjadi perajin.

"Besar harapan bagi generasi muda sekarang untuk tetap mau belajar melanjutkan membatik," ujarnya.

Kendati begitu, lanjutnya, industri batik di Kota Madiun saat ini terus menggeliat. Upaya pemkot dengan memberikan pengadaan batik RT-RW kepada 50 perajin di masing-masing kelurahan menjadi salah satu faktornya.

"Belum lama ini kan ada pengerjaan batik RT-TW. Nah, itu dikerjakan pembatik dari kelurahan masing-masing," kata pemilik usaha batik Panorama tersebut. (mg1/her)

MOTIF-MOTIF BATIK KOTA MADIUN

Editor : Mizan Ahsani
#batik #kota madiun