KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Wilayah TPA Winongo kini semakin berkembang. Tak hanya jadi tempat terakhir pembuangan sampah warga Kota Madiun.
Tahun ini, akan dibangun ruang terbuka hijau (RTH) berupa taman dan musala oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun.
‘’Untuk pembangunan taman dan musala sudah 65 persen selesai,’’ ungkap Plt Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Madiun Hendro Pradono, Jumat (6/10).
Adapun pembangunan taman dan musala itu berada di kawasan pintu masuk TPA Winongo. DLH mengalokasikan anggaran sekitar Rp 267 juta untuk menghijaukan kawasan tersebut.
‘’Progresnya surplus 6 persen dibanding target rencana,’’ ujarnya.
‘’Pembangunan ini untuk melengkapi fasilitas penunjang TPA Winongo yang menjadi lokasi edukasi terkait pengelolaan sampah,’’ imbuh Hendro.
Menurut Hendro, TPA Winongo beberapa kali menjadi rujukan bagi daerah lain yang ingin mempelajari tentang pengelolaan sampah di Kota Madiun.
Salah satu hal yang dipelajari adalah pengolahan limbah sampah menjadi gas metana (CH4).
Selanjutnya, gas itu digunakan sebagai bahan bakar alternatif di dapur umum dan pemanasan air sauna yang ada di TPA.
‘’Banyak yang datang ke TPA Winongo untuk belajar. Terbaru dari kementerian. Dengan pemenuhan fasilitas, TPA juga menjadi lokasi edukasi yang menarik dan nyaman,’’ jelasnya.
Selain pembangunan taman dan musala, lanjut Hendro, pemkot juga membangun garasi kendaraan alat berat.
Saat ini, pengerjaan menyentuh 60 persen. Adapun proyek senilai Rp 269 juta itu mulai dikerjakan bulan lalu. ‘’Progresnya surplus sekitar 2 persen dari target rencana,’’ katanya.
Menurutnya, pembangunan garasi kendaraan alat berat tersebut perlu direalisasikan mengingat garasi yang ada saat ini kurang representatif.
Dampaknya, penyimpanan kendaraan alat berat tidak optimal dan berisiko memengaruhi perawatan kendaraan.
‘’Kami punya alat berat untuk pengelolaan sampah. Nah, alat harus disimpan dalam garasi agar kendaraan lebih terawat dan terjaga kondisinya,’’ pungkasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani