KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus kekerasan guru terhadap siswa di sekolah-sekolah di Kota Madiun coba diminimalisir wali kota Maidi.
Senin (9/10), seluruh guru SD-SMP di Kota Madiun dikumpulkan di Wisma Haji. Saat ini, mereka dituntut sabar dalam menjalankan profesi.
Penguatan kompetensi guru tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan itu tak lepas dari kasus yang sempat terjadi di SMPN 10 Kota Madiun lalu.
"Hari ini tantangan seorang guru harus mempunyai modal sabar untuk mentransfer ilmu guna memandaikan muridnya," kata Maidi.
Maidi meminta semua tenaga pendidik untuk berkaca dalam penanganan kasus tersebut. Mereka dituntut mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani kenakalan pelajar.
Selain itu, Maidi melarang para guru untuk menggunakan kekerasan fisik di dalam pendidikan.
Pun, dia meminta guru tidak gampang mengeluarkan kata-kata kasar kepada siswa meskipun dalam kondisi emosional.
"Harapan saya guru-guru harus sabar. Mentransfer ilmu itu tidak harus menggunakan kekerasan fisik, tapi harus dididik dengan baik," tutur mantan Sekda Kota Madiun tersebut.
Karena itu, menurutnya, penting bagi seorang guru bisa mengontrol sikapnya dihadapan siswa. Pun, sistem pemberian sanksi kepada siswa harus diarahkan ke hal yang lebih mendidik.
Selain itu, ada sistem scoring atau penilaian. "Menghukum siswa (yang bersalah) itu tidak harus emosional, tapi dengan menggunakan rasional (logika)," ujar Maidi. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani