Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Syahdunya Ngopi sambil Baca Buku di Warung Literasi Bantaran Kali Madiun

Mizan Ahsani • Kamis, 26 Oktober 2023 | 02:00 WIB
UNIK: Warung Literasi Bantaran Kali Madiun yang memadukan tempat ngopi dengan ruang membaca. (WS HENDRO UNTUK RADAR MADIUN) 
UNIK: Warung Literasi Bantaran Kali Madiun yang memadukan tempat ngopi dengan ruang membaca. (WS HENDRO UNTUK RADAR MADIUN) 

Usaha warung kini semakin menawarkan banyak ragam. Seperti yang diusung Vladimir Firman Noel Telussa dengan konsep literasi. Memadukan antara tempat ngopi dengan ruang membaca.

----------

NGOPI sambil membaca buku di pinggir sungai sembari menikmati senja tentu menghadirkan sensasi berbeda. Semua pengalaman itu bisa didapat di Warung Literasi, Bantaran Kali Madiun. Adalah Firman yang berada dibalik konsep tersebut.

Dia coba memadukan tempat menyeruput kopi yang asyik untuk sekadar berbincang atau bersantai sambil membaca buku.

Selain itu, juga dapat digunakan untuk event yang berhubungan dengan buku atau komunitas literasi.

‘’Baru tiga bulan ini Warung Literasi buka di Bantaran. Kebetulan saya juga suka ngopi dan punya produk UMKM berupa padepokan kopi setia hati menemani khas Kota Pendekar,’’ ungkap pria yang berdomisili di Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo itu, Selasa (24/10).

Warung Literasinya beroperasi dengan memanfaatkan fasilitas yang diberikan pemkot berupa lapak kargo. Demi memikat konsumen, warungnya dibuat serupa perpustakaan mini.

Buku yang dipajang juga merupakan koleksinya pribadi. ‘’Buku-buku yang ada di sini hanya sebagian. Sisanya di rumah saya,’’ ujarnya.

Sebelum membuka Warung Literasi di Bantaran Kali Madiun, Firman sempat menggeluti bisnis serupa di dekat rumahnya.

Warung yang diberi nama Warung Literasi Darma Gandhul tersebut dirintis sejak 2015 silam. Bermula saat Firman menggelar lapak buku gratis di sejumlah tempat keramaian menggandeng beberapa organisasi kepemudaan.

Hanya saja, usahanya tak berlangsung mulus karena sempat terdampak pandemi Covid-19.

‘’Pas, pandemi tidak ada orang yang berani keluar rumah. Saat itu, saya beralih budidaya cabai, terong dan tomat,’’ ucap pria 48 tahun tersebut.

Setelah pandemi usai, Firman berusaha bangkit. Dia coba mengikuti beberapa pelatihan. Hingga akhirnya, mendapatkan bantuan fasilitas berupa alat pembuat kopi dari pemkot.

Firman lantas coba kembali merintis usaha warungnya yang sempat meredup dengan tetap mengusung konsep serupa.

Ada beberapa koleksi buku miliknya yang dipajang di Warung Literasi. Di antaranya, merupakan buku cetakan lawas.

Lewat warung berkonsep literasi tersebut, Firman berusaha mengajak para kawula muda di Kota Madiun untuk gemar membaca. ‘’Karena dengan membaca buku sama halnya dengan menyeberangi dunia (zaman) dulu, saat ini dan yang akan datang,’’ terang Firman. (mg1/her)

Editor : Mizan Ahsani
#literasi #bantaran kali #ngopi #madiun #membaca #buku