Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Asiknya Mainkan Permainan Tradisional di Bantaran Kali Madiun, Pelajar Lupakan Sejenak Gadget

Budhi Prasetya • Sabtu, 28 Oktober 2023 | 15:30 WIB
P5: Para pelajas SMPN 3 Kota Madiun memainkan sejumlah permainan tradisional di Taman Lalu Lintas Bantaran kemarin (27/10). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
P5: Para pelajas SMPN 3 Kota Madiun memainkan sejumlah permainan tradisional di Taman Lalu Lintas Bantaran kemarin (27/10). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)

Tiap daerah memiliki permainan tradisional. Namun, tak hanya sekedar menang atau kalah, memainkan permainan tradisional juga memiliki arti tersendiri dan nilai dalam hidup.

================================= 

RATUSAN pelajar berkumpul di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun kemarin (27/10). Mereka begitu antusias mengikuti Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Sebab, ada ragam permainan tradisional yang dikompetisikan pada kegiatan itu. Di antarnya, dakon, layang-layang engkling, egrang batok serta gobak sodor. Ada juga pemasangan display poster, kitiran dan bermain map atau infografis.

Sejumlah permainan tradisional itu sengaja dimainkan para pelajar SMPN 3 Kota Madiun sebagai upaya pelestarian. Sebab, eksistensi permainan tradisonal di kalangan generasi milenial mulai tergerus seiring perkembangan zaman.

"Ya, karena permainan tradisional hampir punah semua. Setiap hari gadget. Mulai dari pembelajaran yang memakai Chromebook, tugas online dan sebagainya memakai teknologi,’’ ujar Koordinator kegiatan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Eva Rahmadyani.

Selain itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye sekolah sehat guna mewujudkan anak-anak Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

Pun, mengenalkan kepada mereka tentang berbagai jenis permainan tradisional berikut filosofinya sekaligus melatih kekompakan.

"Anak-anak itu permainan tradisional ada belum yang mengetahui sama sekali bagaimana memainkannnya. Akhirnya, kami ajak ke sini bermain sambil belajar filosofinya,’’ ungkapnya.

Baginya permainan tradisional dapat melatih kesehatan mental dan fisik. Karena mereka diajak menggerakkan badannya sekaligus dapat menghilangkan stres.

"Di bagian sini anak-anak diminta membuat peta konsep atas kesehatan mental seperti apa,’’ ujarnya.

Para siswa mengikuti semua permainan dengan penuh sukacita. Teriakan penyemangat selalu terdengar di tengah lomba. Permainan pun makin seru.

Radhwaaqhilah Zahra, salah seorang siswa kelas VIII SMPN 3 Kota Madiun, senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. Remaja 14 tahun itu tampak cekatan dalam berbagai perlombaan.

"Sebenarnya, jarang bermain seperti ini. Cuma, karena diadakan P5 di sekolah jadi makin sering bermain permainan tradisional,’’ katanya. ***(her)

Editor : Budhi Prasetya
#kota madiun #bantaran #gobak sodor #permainan tradisional