Jawa Pos Radar Madiun – Perhatian Wali Kota Maidi kepada warganya yang lanjut usia (lansia) tidak tanggung-tanggung. Selain membangunkan pondok lansia dan menggulirkan program bantuan sosial (bansos), mereka juga diberikan kursi roda sekaligus pendampingan keseha
‘’Setiap hari kami keliling ke rumah lansia ngebrok. Ketika melihat kondisi mereka sangat trenyuh. Padahal, seharusnya mereka menikmati hidup yang sehat dan menyenangkan di usia senja,’’ kata Maidi kemarin (30/10).
Menurutnya, lansia ngebrok mesti diperhatikan. Karena itu, sudah sepatutnya pemkot harus hadir menjamin keberlanjutan hidup mereka. ‘’Kami agendakan setiap hari harus mengunjungi minimal tiga lansia ngebrok. Kesibukan seperti apa pun, saya usahakan mengunjungi mereka. Karena mereka tidak hanya butuh bantuan materiil, melainkan juga dukungan moril. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab saya,’’ ujarnya.
Berdasarkan data dinas sosial (dinsos) setempat, saat ini terdapat 241 orang lansia ngebrok. Seluruhnya diberikan bansos masing-masing Rp 8,2 juta yang disalurkan secara empat tahap dalam setahun. ‘’Selain bansos uang tunai, lansia juga mendapat bantuan kursi roda,’’ imbuh Maidi.
Pihaknya juga merekrut pekerja sosial masyarakat (PSM) di setiap kelurahan untuk mendampingi sekaligus memastikan kondisi kesehatan para lansia ngebrok tersebut. ‘’Kalau tidak ada PSM, pemkot kesulitan menangani. Persoalan lansia ngebrok harus dibantu diselesaikan,’’ ungkapnya. (her/*)
Editor : Hengky Ristanto