KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan tahun, Sunar menekuni pembuatan kerupuk rambak atau kerupuk kulit.
Kerupuk berbahan dasar dari kulit sapi dan kerbau ini membutuhkan proses panjang sebelum dapat dinikmati.
Tak ayal, rasa gurih dan renyah dari kerupuk tersebut sangat digemari masyarakat.
Warga Jalan Ki Ageng Selo, Kelurahan Kanigoro, Kartoharjo itu, sudah merintis usaha produksi kerupuk rambak sejak 1978 lalu.
Usaha ini digeluti Sunar karena kecintaannya dengan kerupuk rambak sejak kecil.
"Dari dulu sejak saya kecil sampai sekarang kerupuk rambak masih tetap eksis dan banyak peminat,’’ katanya.
Dalam sehari, Sunar mengaku mampu memproduksi 2 kuintal kerupuk rambak. Sedangkan omzetnya, bisa mencapai Rp 4 juta per hari.
"Saat ini, saya sudah tidak lagi kesulitan dalam pemasaran. Sebab, pelanggan sudah datang dengan sendirinya untuk mendistribusikan kerupuk tersebut,’’ bebernya. (bri/her/prog)
Editor : Budhi Prasetya