KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesejahteraan guru PAUD di Kota Madiun terus diperjuangkan. Tahun ini, pemkot setempat memberikan insentif kepada ratusan guru.
Ketua Perhimpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kota Madiun Galih Waskito mengatakan, guru PAUD yang mendapat insentif sekitar 300 orang.
Para guru PAUD tersebut harus sudah masuk dalam data pokok pendidikan atau dapodik, agar bisa mendapatkan insentif dari pemkot.
‘’Karena itu, prosedurnya dari keuangan APBD kami sodorkan lalu dicek. Dari situ nanti siapa yang masuk itu yang mendapatkan,’’ katanya, Rabu (15/11).
Besaran insentif dari pemkot yang diterima guru PAUD nilainya Rp 300 ribu per bulan. Pencairannya dilakukan satu tahun sekali.
Galih menambahkan, insentif yang diterima para guru PAUD tersebut belum termasuk pemberian dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Adapun besarannya insentif sama dengan yang diberikan oleh pemkot.
‘’Yang mendapatkan insentif dari sana (Kemendikbudristek, Red) sudah ada surat keputusannya. Jumlahanya, sekitar 20-an guru. Tidak semua dapat karena ada kriteria dari pusat,’’ terangnya.
Selain itu, pihaknya terus memperjuangkan kesetaraan status para guru PAUD agar dapat diakui oleh undang-undang.
‘’Selama ini kami memperjuangkan kesetaraan. Karena memang di undang-undang guru dan dosen, guru PAUD belum disebut guru pendidikan karena terganjal di masalah itu,’’ ungkap Galih.
Terpisah, Wali Kota Madiun Maidi meminta kepada para guru PAUD untuk menyiapkan generasi emas melalui sikap kasih sayang.
Dia ingin anak-anak PAUD yang ada saat ini bisa menjadi bagian dari generasi emas 2045 mendatang.
‘’Karena itu, guru PAUD harus diseriusi. Anak-anak harus diberikan kasih saya dan tidak boleh dimarahi. Ini untuk investasi masa depan,’’ ujarnya. (mg1/her)
Editor : Mizan Ahsani