KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lahan pertanian di Kota Madiun terus-menerus menyusut. Berdasarkan data dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) luas lahan pertanian di Kota Madiun mencapai 1.039 hektare.
Sementara, dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat mencatat ‘hanya’ seluas 890 hektare. Sebelum akhirnya mengalami depresiasi menjadi 888 hektare.
‘’Ada lahan seluas 2 hektare yang semula tercatat sebagai sawah di Kecamatan Taman ternyata terindikasi perkebunan (tebu). Padahal, sawah dan perkebununan itu berbeda,’’ kata Subkor Budidaya Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Kota Madiun Irsad Dawawi kemarin (26/11).
Bagaimana dengan kondisi lahan pertanian saat ini? Irsad mengaku luas lahan yang ada tinggal 871 hekatre. Dengan demikian, ada penyusutan sekitar 17 hektare.
Masing-masing seluas 2 hektare untuk pembangunan RS Hermina di Ring Road Barat, satu hektare dipakai untuk gudang logistik JNE dan 14 hektare lainnya bakal digunakan untuk pembangunan kawasan Peceland serta ruko.
Irsad mengakui makin menyusutnya lahan pertanian itu otomatis berimbas pada produksi padi petani. Berdasarkan data yang dicatat pihaknya per Agustus lalu diketahui produksi padi hanya mencapai 11 ton.
‘’Sedangkan, untuk panen November belum didata. Tapi, diperkirakan dari luas lahan 13 hektare rata-rata produksinya sekitar 6,8 ton,’’ terangnya.
Meskipun produksi padi menurun, namun dari sisi produktivitas hasil pertanian naik. Hal itu dipengaruhi dengan upaya memaksimalkan masa tanam di lahan yang ada. Dari biasanya 2–3 kali tanam menjadi 3–4 kali.
‘’Sebagai solusinya, pemkot memberikan bantuan kepada para kelompok tani berupa pupuk, obat-obatan (pestisida), benih, alat mesin pertanian (alsintan), infrastruktur serta penanganan pascapanen,’’ jelas Irsad.
Di sisi lain, minat generasi saat ini menekuni bidang pertanian minim. Kondisi itu dinilainya dapat mempengaruhi persoalan ketahanan pangan di masa depan.
‘’Saya rasa permasalahan seperti ini terjadi juga di daerah lain juga. Jadi, mereka tidak lagi melanjutkan usaha orang tuanya sebagai petani,’’ tandas Irsad. (mg1/her)
Lahan Pertanian di Kota Madiun
- Luas lahan menurut Kementerian ATR/BPN: 1.039 hektare
- Luas lahan menurut DKPP: 890 hektare
- Luas lahan setelah depresiasi: 888 hektare
- Lahan sawah terindikasi perkebunan: 2 hektare
Lahan sawah dialihfungsikan 17 hektare yang di antaranya digunakan:
- RS Hermina: 2 hektare
- Gudang logistik JNE: 1 hektare
- Peceland dan pertokoan: 14 hektare
Sebaran Luas Sawah
- Kartoharjo: 377 hektare
- Manguharjo: 291 hektare
- Taman: 216 hektare