Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Aedes Aegypti Hantui Kota Madiun, Warga Winongo Terjangkit DBD

Mizan Ahsani • Kamis, 30 November 2023 | 21:00 WIB
PENGASAPAN: Petugas dari Dinkes-PPKB Kota Madiun melakukan fogging di Kelurahan Winongo, Manguharjo kemarin (29/11). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
PENGASAPAN: Petugas dari Dinkes-PPKB Kota Madiun melakukan fogging di Kelurahan Winongo, Manguharjo kemarin (29/11). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Nyamuk Aedes Aegypti mulai menebar teror demam berdarah dengue alias DBD, seiring memasuki musim pancaroba.

Teranyar, remaja berinisial ASN, warga Kelurahan Winongo, Manguharjo mesti dirawat di rumah sakit karena terjangkit DBD.

Selain remaja 16 tahun itu, dua warga lainnya mengalami gejala serupa serta lima rumah terindikasi positif jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Sebagai langkah pencegahan, kemarin (29/11) dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (Dinkes-PPKB) menggelar fogging di Kelurahan Winongo.

Pengasapan fokus di Jalan Majapahit RT 27 RW 08.

Administrator Kesehatan Ahli Pertama di Dinkes-PPKB Kota Madiun Dhia Irfan Hanif mengatakan, pengasapan dilakukan dua kali. Kemarin dan pekan depan.

‘’(fogging dua kali) untuk memastikan paling tidak faktor penyebaran demam berdarah ini bisa terkendali di Kelurahan Winongo,’’ terangnya.

Sebelumnya, penyelidikan epidemiologi (PE) telah pihaknya lakukan seusai mendapatkan laporan adanya warga yang terserang DBD.

Hasilnya, ditemukan beberapa rumah warga yang berada di dekat rumah penderita terindikasi positif jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Selain itu, ada dua warga lainnya menderita demam. Temuan kasus tersebut dianggap sudah lebih dari cukup untuk kemudian dilakukan pengasapan.

‘’Pengasapan dilakukan di rumah penderita DBD. Kemudian, di sekitar rumah dalam radius 200 meter dari lokasi yang terindikasi menjadi sarang perindukan jentik-jentik nyamuk,’’ jelas Irfan.

Menurutnya, fogging bukan solusi utama pencegahan DBD. Tapi, yang paling penting pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

‘’Sehingga, PSN itu yang harus ditekankan kepada warga masyarakat kota Madiun,’’ tegasnya.

Dalam setahun ini, Irfan mengaku sudah melakukan beberapa kali fogging. Tapi, ini merupakan kali pertama di musim pancaroba.

‘’Sebelumnya, juga sudah ada informasi dari beberapa puskesmas (permintaan fogging), tapi kami masih menunggu laporan lebih lanjutnya,’’ pungkasnya. (mg1/her)

Editor : Mizan Ahsani
#kota madiun #demam berdarah #fogging #dbd #winongo