KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Satu per satu persoalan kepadatan kendaraan di Jalan dr Soetomo diurai.
Kemarin (30/11) keberadaan parkir kendaraan yang menumpuk terutama di kawasan depan RSUD dr Soedono di Jalan dr Soetomo ditertibkan.
Petugas gabungan yang terdiri dari dinas perhubungan (dishub), satlantas, polisi militer dan satpol pp menyisir kantong parkir di sepanjang Jalan dr Soetomo.
Kendaraan yang terparkir menumpuk dua baris dirapikan. Begitu juga kendaraan yang parkir di bahu kanan jalan ditertibkan.
Juru parkir (jukir) yang kepergok petugas saat itu kena tegur. Mereka diingatkan untuk tidak mengatur parkir sepeda motor hingga dua baris.
Karena berdampak pada tersendatnya arus lalu lintas (lalin) di jalan protokol tersebut.
‘’Hari ini (kemarin, Red), kami tim gabungan melakukan pembinaan bagi pelanggaran parkir guna melindungi hak pengguna jalan. Giat dilaksanakan di Jalan dr Soetomo, Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Pahlawan,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Madiun Kota Iptu Estin Dian Marsasi.
Menurutnya, pembinaan sekaligus penertiban parkir dilakukan guna meminimalisir kepadatan arus lalin atau crowded.
Khususnya di Jalan dr Soetomo. Itu mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses utama menuju RSUD dr Soedono Madiun (RSSM) yang seharusnya steril kemacetan.
Sesuai aturan, lanjut Estin, penataan parkir kendaraan roda dua tidak boleh lebih dari satu baris. Sedangkan untuk roda empat, harus parkir paralel atau sejajar dengan jalan.
‘’Kami sempat melakukan tindakan tilang kepada salah seorang pengendara yang memarkir kendaraan di tempat yang tidak semestinya,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Maidi sempat memberikan atensi perihal penataan parkir di tepi Jalan dr Soetomo saat menggelar pembinaan juru parkir (jukir) lalu. Dia meminta penataan parkir kendaraan roda dua tidak menumpuk dua baris.
‘’Sudah ditertibkan. Mobil sekarang tidak boleh parkir melintang di sepanjang ruas jalan. Harus sejajar,’’ tegasnya.
Maidi tak menampik arus lalin di Jalan dr Soetomo cukup padat. Terutama saat jam-jam sibuk. Karena akses menuju rumah sakit, jalan tersebut harus steril kemacetan. ‘’Meski satu arah, arus lalin jangan sampai terganggu,’’ tutur Maidi. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani