KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Potensi banjir di Kota Madiun coba diantisipasi. Sampah menumpuk di Dam Sono, masuk Kelurahan Tawangrejo, Kartoharjo, dibersihkan berbagai pihak terkait kemarin (30/11).
‘’Ini merupakan mitigasi bencana, meminimalkan potensi luapan air,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun Bambang Agung Hariadi.
Bambang menyampaikan, Dam Sono merupakan muara beberapa sungai. Jika air meluap, Kelurahan Tawangrejo bakal dilanda banjir.
‘’Dam Sono target mitigasi pertama kami, karena kondisinya sangat mengkhawatirkan terkait kebencanaan,’’ ungkapnya.
Sekitar 60 petugas dari berbagai pihak diterjunkan dalam upaya mitigasi tersebut. Beragam sampah penyumbat aliran air diangkat. Seperti bambu dan batang pohon berbagai ukuran.
Pun, sampah rumah tangga seperti botol plastik. Pembersihan dilakukan secara manual. Peralatan yang digunakan berupa tali dan jangkar.
‘’Sampah terkumpul dibuang ke tempat sampah, yang masih bisa dimanfaatkan seperti bambu diberikan warga,’’ ujar Bambang.
Pembersihan Dam Sono diharap mampu menekan potensi banjir. Terutama di wilayah Kelurahan Tawangrejo. ‘’Kegiatan seperti ini dilakukan berkelanjutan setiap tahun,’’ ungkapnya.
Mitigasi banjir penting dilakukan memasuki musim penghujan seperti sekarang ini.
Bambang mengungkapkan, kegiatan serupa juga segera dilakukan di beberapa titik rawan. ‘’Target selanjutnya dam yang ada di Pilangbango atau kali piring,’’ pungkasnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani