Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Swasembada Pangan Dimulai dari Sekolah, Maidi Inisiasi Gerakan Tanam Tumbuhan Produktif 

Mizan Ahsani • Senin, 4 Desember 2023 | 02:00 WIB
SWASEMBADA: Wali Kota Maidi meninjau lahan pekarangan tanaman produktif di salah satu sekolah di Kota Madiun belum lama ini. (DISKOMINFO KOTA MADIUN)
SWASEMBADA: Wali Kota Maidi meninjau lahan pekarangan tanaman produktif di salah satu sekolah di Kota Madiun belum lama ini. (DISKOMINFO KOTA MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Usaha Pemkot Madiun dalam mengatasi persoalan ketahanan begitu progresif.

Misalnya dengan memberlakukan gerakan tanam bibit tumbuhan produktif di pekarangan sekolah dan rumah.

Bahkan, saat ini sayuran di beberapa sekolah sudah siap panen. Seperti di SDN Oro-Oro Ombo, SDN Pilangbango, SDN 04 Manisrejo, dan SMPN 10.

‘’Harga cabai rawit saat ini naik. Sekolah-sekolah yang memiliki lahan pekarangan kami cek. Hasil produksinya cukup bagus,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (3/12).

Menurut Maidi, program pemanfaatan lahan pekarangan sekolah itu sebagai bentuk upaya swasembada pangan. Pun, bibit tanaman yang ditanam tidak sembarangan.

Melainkan jenis komoditas bahan pangan dan tanaman produktif. Meliputi cabai rawit, terong, tomat, dan sawi.

‘’Kalau harga cabai rawit mahal, tidak perlu beli karena sudah menanam sendiri. Untuk mengantisipasi ini (kenaikan harga, Red) mereka harus memproduksi sendiri. Ini juga upaya menekan angka inflasi akibat kenaikan harga komoditas,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun itu.

Selain sebagai strategi menekan inflasi, Maidi ingin mengajak siswa peduli dengan lingkungan.

Nah, kepedulian terhadap lingkungan itu sudah semestinya ditnami sejak dini. Sehingga kelak mereka bisa menjadi kader pelestari lingkungan.

‘’Sekolah yang punya kebun, silakan dimanfaatkan. Ini salah satu pembelajaran kurikulum merdeka,’’ ujarnya.

Di sela kunjungan sekolah, lanjut Maidi, dia menyempatkan mengunjungi kebun vanili milik warga setempat. Menurut dia, tanaman tersebut memiliki nilai jual tinggi dan potensi bagus untuk dikembangkan.

‘’Lahan tidur di Kota Madiun masih banyak. Biasanya hanya kita tanami tumbuhan untuk ketahanan pangan. Ke depan bisa kita uji coba tanaman vanili,’’ sebut Maidi.

Dia menambahkan, tanaman vanili memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Dalam sekali panen, vanili kering bisa menghasilkan Rp 7 juta per kilogramnya.

‘’Kalau madu sudah panen, vanili kita kembangkan, ini bagus. Artinya kita bisa menggali potensi-potensi yang ada,’’ pungkasnya. (ggi/her/prog)

Editor : Mizan Ahsani
#Maidi #pangan #kota madiun #sekolah #Menanam