KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Dua klub bola dari Kota Madiun yang bakal berlaga Liga 3 Jatim musim ini memiliki pendukung fanatik masing-masing.
Ada Great Bull Boys (GBB) untuk Madiun Putra FC atau MPFC. Sementara, PSM Madiun punya Madioensche Vokoid Brigade alias MVB.
Loyalitas para pemain ke-12 tersebut tak perlu diragukan lagi untuk PSM Madiun dan MPFC.
Nyaris satu dekade GBB setia menyemangati MPFC dari tribun. Terbentuk pada 31 Mei 2014. Didirikan sekitar 10 orang.
‘’Nama GBB itu ditentukan saat anak-anak berkumpul di sekitar patung banteng (Stadion Wilis, Red),’’ kata Aditya Budi Hiperdana, salah seorang pendiri GBB, kemarin (3/12).
Adit, sapaan Aditya Budi Hiperdana, menyampaikan bahwa GBB punya kecenderungan seperti hooligans, suporter Inggris.
Tak cuma penampilan yang kasual, chant milik GBB juga bernuansa british. Seperti anthem Sang Pahlawan yang selalu dinyanyikan ketika bubar pertandingan diciptakan GBB pada 2016.
‘’Makna chant itu, pemain adalah pahlawan yang membawa nama baik Madiun Putra serta harkat dan martabat Madiun Putra,’’ ungkapnya.
GBB tidak memiliki struktur organisasi. Kelompok itu ingin membangun budaya dan kultur MPFC yang solid dan kuat. ‘’Madiun Putra yang menyatukan kami’’ imbuhnya.
GBB memaknai sepakbola tidak sekadar pertandingan 2x45 menit. Namun, wadah bagi suporter menuangkan ide dan kreasi. Pun, memberikan nuansa baru dengan beragam karya.
Mulai musik, mural, sampai literasi. Adit berhitung, saat ini ada 1.000 suporter yang tergabung di GBB. Mereka mayoritas dari Kota Madiun, kemudian Caruban, Magetan, dan Ponorogo.
‘’GBB tidak melihat kuantitas, tapi kualitas,’’ ucapnya.
Di lain sisi, MVB terbentuk pada 14 Mei 2016. Semula didirikan lima tokoh. Chant andalan MVB adalah PSM Madiunku dan PSM Madiun Selamanya.
‘’Soal kultur MVB, biarkan masyarakat yang menilai,’’ kata Veba el Mue, perwakilan MVB.
MVB ingin mengusung budaya lokal dan perekonomian Kota Madiun. Jargonnya, hidupkan, hidup, hidupi. Yang mana, jargon itu berkaitan erat dengan 13 tahun PSM mati suri.
‘’Sekarang jumlah kami sekitar 300 sampai 500 suporter. Prinsip kami, membangun rivalitas sehat,’’ terangnya. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani