KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Implementasi program kota pintar (smart city) yang diterapkan Pemkot Madiun nyaris sempurna.
Sejak dirintis 2019 lalu, progres pembangunan dan layanan publik berbasis smart city sudah mencapai 90 persen.
Percepatan pengembangan program kota pintar yang telah dijalankan pemkot di bawah kendali Wali Kota Madiun Maidi itu malah diapresiasi Kemenkominfo.
Khususnya, untuk smart society dan smart environment.
‘’Segala pembangunan di Kota Madiun berkesinambungan dan berkelanjutan. Karakter smart (cerdas) tumbuh di pemerintahan dan masyarakatnya,’’ kata Maidi kemarin (9/12).
Menurutnya, penerapan program smart city tidak hanya sebatas digitalisasi atau information technology (IT).
Tapi, bagaimana membangun karakter cerdas dalam tata kelola kota dan sumber daya manusia (SDM)-nya.
‘’Penerapan smart city ini membawa kebermanfaatan bagi masyarakat juga. Kalau masyarakat tidak smart-kan percuma. Nah, ini yang terus kami bangun,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.
Sebagai contoh, lanjut Maidi, kesadaran pembatasan penggunaan sampah. Pemkot memfasilitasi pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos hingga diolah jadi gas metan.
‘’Namun demikian, penggunaan sampah plastik harus dibatasi. Tapi, terkadang produksi sampah plastik ini juga berasal dari masyarakat luar kota. Sebagai tindak lanjut, sosialisasi akan gencar kami lakukan,’’ katanya.
‘’Ketika masyarakat memiliki kesadaran membatasi penggunaan sampah dan membuang sampah pada tempatnya, ini lah karakter masyarakat yang cerdas,’’ imbuh Maidi.
Dia menilai pemkot saat ini terus berupaya mengubah, membangun serta menata kotanya menjadi lebih baik dan maju.
‘’Nyaris semua program pembangunan berlandaskan smart city. Termasuk pelayanan di masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah),’’ sebut Maidi.
Pihaknya memastikan seluruh OPD di Kota Madiun telah menerapkan layanan berbasis teknologi.
Sebagai contoh, penggunaan timer switch digital pada semua lampu penerangan jalan umum (PJU) yang dikendalikan lewat smartphone.
Menurut Maidi, pemanfaatan teknologi internet of things (IoT) itu juga dapat mendeteksi kerusakan lampu PJU.
‘’Dengan begini, pemkot bisa menghemat (anggaran) dari sisi operasional dan penggunaan listrik. Inilah konsep kota yang cerdas’’ pungkasnya. (ggi/her/prog)
Enam Dimensi Smart City di Kota Madiun
- Smart Environment
- Smart Economy
- Smart Branding
- Smart Government
- Smart Society
- Smart Living
Inovasi Pelayanan Smart City di Kota Madiun
- Sitebas
- PECEL TUMPANG
- Si Caker
- Siopa Oma
- BAKUL
- PROUMKM
- M-SKP
- AWAK SIGAP
- KLIK WA
- SIST-BRO
- MASS
- Smart switch PJU
- Pendekar Obat