KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Jalan rezeki datang dari beragam cara dan beribu jalan. Tak terkecuali dari empati atau niat baik. Seperti yang dialami Lilik Sugiawati, 60, warga Jalan Mojopahit, Kelurahan Winongo, Manguharjo.
Rasa iba yang muncul saat mendapati orang sakit tak ditunggu keluarga mengantarnya menjelma buruh jaga pasien di rumah sakit. ''Sering dipanggil untuk nunggu orang sakit di Madiun dan luar daerah,'' kata Siti Senin (11/12) kemarin.
Lilik membuka jasa jaga pasien alias orang sakit 24 jam. Selain di Madiun, dia kerap menerima orderan dari Solo dan Surabaya. Tak jarang, suaminya ikut menemani.
"Saya biasa nunggu satu minggu, satu bulan, 2,5 bulan, ada ada juga yang cuma satu malam,'' ucap istri Supriyarso itu.
Tiap pasien punya cerita masing-masing. Lilik tak bakal melupakan pasien yang dijaganya di RSUD Kota Madiun alias Sogaten.
Seorang pria sepuh asal Ponorogo yang sakit tetanus karena terkena paku.
''Setiap malam ngreyog,'' kenangnya.
Lilik menuturkan, pasien asal Ponorogo itu sering kejang-kejang. Tenaga medis terheran-heran dengan kondisi pasien anggota perkumpulan warok Suromenggolo itu.
Lilik berinisiatif meminumkan jus daun kelor dan widoro putih ke pasien. Tentu, hal itu atas izin pihak keluarga yang bersangkutan.
''Pasien itu sebenarnya perlu dirawat selama 34 hari, akhirnya cuma 14 hari. Saya dapat bonus Rp 600 ribu,'' ujarnya.
Niat Lilik melakoni profesi jaga pasien itu muncul saat anaknya rawat inap di salah satu rumah sakit di Solo.
Selama dua pekan menjaga anak opname, hatinya terketuk mendapati sejumlah pasien tanpa dijaga keluarga. Empati itu lantas menjadi jalan rezeki baginya di usia yang tak lagi muda.
''Kalau lokalan Madiun, saya ikhlas tidak mematok biaya,'' ujarnya.
Para pengguna jasa Lilik di Madiun biasa memberi upah antara Rp 50-100 ribu per jam. Tarif luar Madiun beda lagi. Solo Rp 340 ribu per jam, sementara Surabaya Rp 400 ribu per jam.
''Alhamdulillah, seumur saya masih sehat," syukur ibu empat anak sekaligus nenek enam cucu itu. (mg1/den)
Editor : Mizan Ahsani