Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Gelar Pasar Murah Tiap Senin-Kamis, Ini Bahan Pokok yang Dapat Subsidi di Kota Madiun

Mizan Ahsani • Kamis, 14 Desember 2023 | 00:30 WIB

TRANSAKSI: Sebanyak 10 toko di Pasar Besar Madiun digandeng dinas perdagangan untuk menyelenggarakan program subsidi bahan pokok maupun pasar murah menjelang Nataru. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
TRANSAKSI: Sebanyak 10 toko di Pasar Besar Madiun digandeng dinas perdagangan untuk menyelenggarakan program subsidi bahan pokok maupun pasar murah menjelang Nataru. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
 

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebijakan subsidi harga sembako digulirkan dinas perdagangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Madiun.

Hal ini sengaja diberlakukan guna menekan inflasi sekaligus lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Ansar Rasidi mengatakan, kebijakan subsidi harga sembako itu berlaku hanya pada Senin dan Kamis.

Bentuknya berupa pasar murah yang digelar di Pasar Besar Madiun dan Pasar Sleko.

‘’Program subsidi untuk beberapa komoditas yang menjadi kelas pokok inflasi. Ini berlaku hingga tanggal 29 Desember,’’ katanya kemarin (12/12).

Bahan pokok yang disubsidi tersebut di antaranya berupa beras, cabai, telur, gula dan minyak goreng.

Misalnya, 5 kilogram beras hanya dibanderol Rp 53.500. Kemudian, seperempat kilogram cabai dihargai Rp 19.000; sekilogram telur Rp 23.500; gula Rp 14.000 per kilogram; dan seliter minyak goreng Rp 14.000.

Ansar mengungkapkan, ada 10 toko di PBM yang memberikan layanan subsidi bahan pokok tersebut.

Masyarakat Kota Madiun bisa mendapatkan fasilitas subsidi itu cukup dengan membawa fotokopi KTP.

‘’Untuk pembelian tidak harus per paket bahan pokok, melainkan bisa diecer per komoditas menyesuaikan kebutuhan masyarakat,’’ ungkapnya.

Menjelang momen Nataru, pihaknya menyatakan telah menyediakan satu ton beras, seribu liter minyak goreng dan sejumlah bahan pokok lainnya yang dapat memicu inflasi.

Pun, dinas perdagangan juga rutin menggelar pasar murah di berbagai event yang di kecamatan.

‘’Setiap event kami buka pasar murah. Kalau di pasar, Senin–Jumat untuk menekan inflasi,’’ terang mantan kepala dinas perhubungan tersebut.

Berdasarkan catatan badan pusat statistik (BPS), beberapa komoditas bahan pokok yang memicu inflasi di Kota Madiun adalah cabai rawit sebesar 60,72 persen, cabai merah (40,02 persen), beras (1,15 persen), bawang merah (13,06 persen), gula pasir (6,25 persen), dan telur ayam ras (2,51 persen). (mg1/her)

Bahan Pokok Pemicu Inflasi

5 kilogram beras: Rp 53.500

2 kilogram gula: Rp 28.000

2 kilogram minyak goreng: Rp 28.000

1 kilogram telur: Rp 23.500

1/4 cabai: Rp 19.000

 

Editor : Mizan Ahsani
#subsidi #harga #bahan pokok #madiun #pasar