KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Produk makanan dengan kemasan rusak masih saja dijual dan ditemukan.
Saat dinas perdagangan melakukan sidak di pusat perbelanjaan dan toko modern di Kota Madiun kemarin (14/12), ditemukan tiga kaleng susu penyok dan beras kemasan rusak.
Analisis Perdagangan Ahli Muda Dinas Perdagangan Kota Madiun Tri Prasetyaningrum langsung meminta produk-produk itu ditarik dari peredaran dan diganti dengan yang baru.
Pengelola toko maupun pusat perbelanjaan diharapkan lebih teliti menjual produk. Terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Produk harus disortir sebelum dijual. ‘’Perlindungan terhadap konsumen perlu dijaga, apalagi untuk kemasan fisik,’’ katanya setelah mengunjungi dua pusat perbelanjaan dan dua minimarket.
Selain memperhatikan setiap kemasan, pihaknya juga mencatat stok sekaligus perkembangan harga bahan pokok yang dijual di minimarket maupun pusat perbelanjaan.
Dia memastikan stok barang di tempat-tempat tersebut aman menjelang Nataru.
‘’Nggak ada kenaikan signifikan. Cuman karena regulasinya berubah, harganya juga berubah. Misalnya, untuk gula. Sedangkan, kalau beras masih aman,’’ terangnya.
Sementara itu, Store General Manager (GM) Hypermart Mall Plaza Madiun Firma Guntur R memastikan belum ada lonjakan konsumen sampai dengan saat ini.
Namun demikian, pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut menjelang Nataru dengan menyiapkan tambahan stok kebutuhan pokok seperti beras, gula dan lain-lain.
‘’Menjelang Nataru ini ada kenaikan pembeli antara sekitar 5–10 persen,’’ ungkapnya.
Selain itu, dia menyatakan harga komoditas sejumlah bahan pokok di tempatnya sekarang masih stabil. Karena suplai dari pihak suplier saat ini termasuk lancar.
‘’Sebelumnya, gula stoknya sempat kosong. Tapi, karena sekarang sudah ada regulasi (HET) sebesar Rp 16 ribu, jadi kami telah mendapatkan suplainya lagi,’’ katanya. (mg1/her)
HARGA RATA-RATA BAHAN POKOK
Beras: Rp 13.600 per kilogram
Gula: Rp 17.100 per kilogram
Minyak goreng curah: Rp 15.500 per liter
Telur ayam ras: Rp 26.000 per kilogram
Cabai rawit: Rp 90.000 per kilogram
Cabai keriting: Rp 75.000 per kilogram
Sumber: Siskaperbapo
Editor : Mizan Ahsani