KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Persoalan ketahanan pangan menjadi perhatian Wali Kota Madiun Maidi.
Pasalnya, lahan pertanian di wilayahnya terbatas. Selain itu, Kota Madiun bukan merupakan daerah lumbung padi.
Maidi mengungkapkan, masalah ketahanan pangan coba diatasi pemkot dengan memanfaatkan lahan tidur.
Sejak dua tahun terakhir, lahan kosong yang ada di kelurahan ‘disulap’ menjadi perkebunan baru dengan ditanami sejumlah komoditas pangan. Seperti sayur-sayuran, cabai dan kacang panjang.
"Masyarakat bisa dengan mudah memanfaatkan lahan tersebut,’’ katanya kemarin (16/12).
Dengan program pemanfaatan lahan tidur, selain mengatasi masalah pangan juga dapat menekan angka inflasi di daerah.
"Kota Madiun ranking satu di Jatim. Artinya, petani kita sungguh-sungguh bisa menekan inflasi,’’ ujar Maidi.
Selain itu, guna mendongkrak sekaligus menjaga hasil produksi pertanian pihaknya bakal menambah alokasi subsidi pupuk. Pun, membantu proses pengeboran sumur bagi petani yang sulit mendapatkan air saat musim kemarau.
"Kebijakan-kebijakan ini akan diberlakukan ke depan agar petani tidak rugi,’’ terang Maidi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun Totok Sugiarto tak menampik cabai menjadi salah satu komoditas pangan yang saat ini harganya melambung.
Kondisi ini, menurutnya, sudah diantisipasi olehnya dengan membagikan bantuan 1.000–2.000 bibit cabai kepada anggota maupun pengurus Pekarangan Pangan Lestari (PPL) di setiap kelurahan.
"Karena Kota Madiun banyak pengrajin sambal, jangan sampai para UMKM ke depannya kesulitan mendapatkan cabai hanya karena harganya mahal di pasaran,’’ katanya.
Totok mengungkapkan, selama ini pihaknya telah menggencarkan penanaman cabai kepada para petani.
Misalnya dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di lingkungan dan memberdayakan siswa SD-SMP untuk menanam cabai di sekolahan.
"Cabai ternyata naiknya cepat. Kami harapkan di sektor yang bisa kita titipi untuk tanami cabai dan ada pendampingan dari dinas terkait,’’ ujar mantan kepala bappelitbangda itu. (mg1/her)
Editor : Budhi Prasetya